MEDIKPK.COM PATI – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan, khususnya pada pembangunan pasangan batu saluran irigasi.
Pantauan di lokasi pada Kamis (10/9/2026) menemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Salah satunya menyangkut metode pemasangan pasangan batu yang diduga tidak diawali dengan penggalian atau pembuatan dudukan yang memadai.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian metode pelaksanaan dengan ketentuan teknis pekerjaan konstruksi saluran irigasi.
Selain metode pengerjaan, material yang digunakan juga menjadi perhatian warga. Mereka menduga komposisi campuran pasir dan bahan pasangan belum sesuai dengan standar teknis yang seharusnya diterapkan.
Jika dugaan tersebut terbukti, kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi serta usia manfaat saluran irigasi.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, masyarakat melakukan pemantauan bukan untuk menghambat program pemerintah, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat.
“Kami sengaja melakukan kontrol sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar pekerjaan mengedepankan kualitas dan asas manfaat yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, pekerjaan yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan. Terlebih, infrastruktur irigasi berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan fungsi jaringan pengairan.
“Ini jelas mengkhawatirkan kalau kualitas pekerjaan tidak sesuai. Harapan kami bangunan ini bisa bertahan lama dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Warga juga meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek. Namun, dugaan penyimpangan maupun korupsi tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai tindak pidana tanpa adanya pemeriksaan, bukti, dan hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang.
Sorotan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah, khususnya proyek yang bersumber dari anggaran negara. Transparansi, kesesuaian spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, serta pertanggungjawaban pelaksanaan menjadi hal penting untuk memastikan program P3-TGAI memberikan manfaat secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun pihak terkait lainnya belum berhasil dikonfirmasi mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi material, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait guna memberikan penjelasan secara utuh dan berimbang.
MEDIAKPK.COM BERSAMBUNG…..???








