MEDIAKPK.COM JAKARTA – Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah sekitar satu tahun enam bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, perwira asal Serui, Papua, tersebut kini mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II pada Sespim Lemdiklat Polri.
Perubahan jabatan itu tercantum dalam Telegram Kapolri Nomor ST/335/VI/KEP/2026 tertanggal 25 Juni 2026. Semmy mulai menjalankan tugas barunya di Sespim Lemdiklat Polri sejak 1 Juli 2026.
Semmy membenarkan penugasan tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (13/9/2026).
“ Saya mutasi dari Papua Barat Daya ke Sespim Lemdiklat Polri per 1 Juli, mohon doanya,” ujar Semmy.
Rekam Jejak Panjang di Berbagai Penugasan
Lulusan Akademi Kepolisian itu memiliki pengalaman panjang dalam penugasan kepolisian, terutama di wilayah yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks.
Sebelum menduduki jabatan Wakapolda Papua Barat Daya, Semmy pernah dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis, di antaranya Kapolres Jayawijaya, Kapolres Paniai, Kapolres Nabire, Kapolres Tegal, Dansat Brimob Polda Papua Barat, Karo Ops Polda Maluku Utara, Analis Kebijakan Madya Bidang Ops Sops Polri dalam rangka Dikreg Sesko TNI, hingga Karo Ops Polda Banten.
Semmy mulai menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat Daya pada akhir Desember 2024. Penunjukan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP/2024 dan ST/2777/XII/KEP/2024 tertanggal 30 Desember 2024.
Selama bertugas di Papua Barat Daya, ia menghadapi berbagai dinamika keamanan sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat.
Ketegasan Berpadu Pendekatan Humanis
Latar belakang Brimob membuat Semmy dikenal memiliki karakter tegas dalam menjalankan tugas. Namun, pendekatan tersebut tetap dipadukan dengan komunikasi yang humanis dalam membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Baginya, menjaga stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada kekuatan personel dan penegakan hukum. Kepercayaan masyarakat serta sinergi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Perhatian terhadap generasi muda turut menjadi salah satu sisi kiprahnya selama bertugas di Papua Barat Daya. Sejumlah kegiatan olahraga, seperti tinju, biliar, dan sepak bola, didorong sebagai wadah positif untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi anak muda.
Tegas terhadap Penyalahgunaan BBM Subsidi
Sikap tegas Semmy juga terlihat dalam penanganan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, termasuk dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Dalam kasus dugaan mafia BBM subsidi di Papua Barat Daya yang turut menyeret oknum Polri dan sejumlah warga sipil, Semmy menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap praktik penyalahgunaan subsidi pemerintah.
“Saya sebagai Wakapolda tidak ada toleransi atas penyalahgunaan BBM subsidi pemerintah untuk masyarakat, karena ini merupakan kebijakan strategis negara untuk mengatasi dampak dinamika situasi global yang sedang melanda dunia,” tegasnya.
Ia juga meminta proses hukum yang ditangani Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya berjalan secara profesional dan terbebas dari tekanan maupun intervensi.
“Artinya tidak boleh ada intervensi-intervensi atau ada sesuatu yang mengganggu proses penyelidikan bahkan ke tingkat penyidikannya,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi dalam proses penegakan hukum menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Jadi mau tidak mau kita harus terus transparan dengan pengungkapan yang sedang dikerjakan oleh Ditreskrimsus,” katanya.
Semmy bahkan mengingatkan bahwa upaya pemberantasan kejahatan akan kehilangan makna apabila aparat yang seharusnya menjadi penegak hukum justru terlibat dalam praktik ilegal.
“Kejahatan akan semakin menjadi-jadi apabila orang-orang yang diberikan amanah dan tanggung jawab untuk meniadakan perbuatan jahat itu justru ikut-ikutan menjadi jahat,” pungkasnya.
Pengalaman Lapangan Dibawa ke Sespim
Penugasan baru di Sespim Lemdiklat Polri menjadi babak berbeda bagi Brigjen Semmy. Jika sebelumnya ia berada di garis depan dalam mengelola keamanan wilayah, kini pengalaman tersebut akan ditempatkan dalam konteks pendidikan dan pembentukan kepemimpinan Polri.
Posisi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II memberikan ruang bagi Semmy untuk membagikan pengalaman, pengetahuan, serta perspektif yang diperolehnya selama menjalankan berbagai penugasan kepada para calon pemimpin Polri.
Pengalaman panjang di Papua, kemampuan menghadapi dinamika keamanan, membangun komunikasi lintas elemen masyarakat, serta ketegasannya dalam penegakan hukum menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah barunya.
Dari Papua Barat Daya menuju lingkungan pendidikan kepemimpinan Polri, perjalanan Brigjen Semmy Ronny Thabaa kini memasuki fase baru. Pengalaman lapangan yang telah ditempuhnya akan menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan untuk menyiapkan generasi pemimpin kepolisian di masa mendatang.
M.ROSIT








