Home / Berita utama / Daerah / Home / KPK / Nasional

Rabu, 5 Juli 2023 - 03:40 WIB

Tembak Pilot Susi Air, OPM Bersedia Bebaskan Philips

Foto : mengurungkan rencana menembak mati pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens

Foto : mengurungkan rencana menembak mati pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens

MEDIAKPK.COM Jakarta – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengurungkan rencana menembak mati pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens. Mereka juga bersedia untuk membebaskan Philips.

Dua bulan lalu OPM mengirim video ancaman akan menembak Philips jika Pemerintah Indonesia tidak berdiolog dengan mereka. Ancaman itu disampaikan sendiri oleh Philips dalam pesan video.

Juru bicara OPM, Sebby Sambom, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan pesan kepada Egianus Kogoya, pemimpin pasukan OPM yang menyandera Philips,

terkait untung rugi jika membunuh Philips. “Kami sampaikan bahwa pilot itu bukan musuh, dia adalah sahabat dekat dari negara tetangga kami di wilayah pasifik,

yaitu Selandia Baru,” kata Sambom saat dihubungi Tempo, Ahad, 2 Juli 2023.

Sambom mengklaim mayoritas rakyat Selandia Baru dan Australia mendukung Papua merdeka. Sehingga demi menghargai hubungan mereka,

 

Sambom menyampaikan pesan kepada Kogoya jika membunuh pilot tidak ada untungnya. Ia mengatakan, justru jika membebaskannya akan bernilai politik dan akan dihargai.

“Maka panglima (Kogoya) setuju dan diplomat umumkan itu. Jadi panglima setuju untuk bebaskan pilot tapi sebelum bebaskan, Jakarta harus mau bicara dengan kami, Selandia Baru juga sama,” kata Sambom.

Ketua Dewan Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat, Akouboo Amatus Douw, mengatakan OPM akan menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka berkomitmen untuk melindungi hukum kemanusiaan internasional.

 

“TPNPB OPM kini akan menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka berkomitmen kuat untuk melindungi hukum humaniter internasional,” kata Akouboo lewat keterangan tertulis, Jumat, 30 Juni 2023.

 

Dia mengklaim OPM memiliki itikad baik pada kemanusiaan dan kebebasan serta menghormati kehidupan masyarakat dan semua makhluk hidup,

 

sebagaimana dibuktikan dengan tiga bulan pertama jaminan kehidupan kepada pilot asal Selandia Baru tersebut.

 

Seluruh dunia akan melihat bahwa TPNPB di bawah Egianus Kogoya ingin mengukir sejarah bangsanya dan memiliki reputasi yang baik. Itu sebabnya dia sekarang mencari solusi,

 

bukan untuk hal lain atau membunuh orang yang tidak bersalah,” kata Akouboo. Pesan Akouboo berbanding terbalik dengan pesan ancaman Egianus Kogoya, yang menyandera Philips sejak Februari 2023.

Sebelumnya, OPM mengirim ancaman yang disampaikan oleh Philips Max Mehrtens dalam pesan video pada Jumat, 27 Mei 2023. Dalam video tersebut, tampak Philips diapit oleh Egianus Kogoya dan pasukannya. Video tersebut dikirim oleh juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.

“Militer Papua kasih dua bulan lagi untuk semua negara yang lain untuk bicara dengan Indonesia untuk Papua merdeka. Kalau sudah dua bulan dan mereka tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” kata Philips dalam video.

Lebih lanjut, Akouboo mengatakan secara khusus OPM memiliki dua tuntutan utama kepada Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins.

 

Kepada Presiden Jokowi, Akouboo meminta agar pemerintah Indonesia menarik personel militer dan membuka hati dan pikiran untuk mendengarkan permintaan rakyat Papua Barat.

 

Permintaan itu yakni dilakukannya negosiasi perdamaian yang dimediasi secara internasional tentang masa depan Papua Barat dan pembebasan Philips

Sama halnya dengan tuntutan kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Akouboo meminta dia untuk mendengarkan permintaan OPM untuk negosiasi perdamaian yang dimediasi secara internasional.team

Share :

Baca Juga

Berita utama

Implementasi Comander Wish Kapolda Jateng, Personil Polres Rembang Wajib Apel Pagi Pukul 06.00 WIB dan Laksanakan Strong Point Pagi

Berita utama

Sejumlah Tokoh Agama Apresiasi Pengaturan Arus Mudik Lebaran 2024 oleh Polisi di Banyuwangi

Berita utama

Lakalantas Warga Gresik Tidak Bisa Menguasai Sepedanya Berlanjut Naas

Berita utama

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Salurkan Air Bersih untuk Warga di HUT Bhayangkara ke-80

Berita utama

KPU Temanggung Ingatkan Pemasangan APK Harus Sesuai Zona

Berita utama

Syarat Untuk Menikah, 2 Anggota Polres Rembang Jalani Sidang BP4R

Berita utama

Begini Penampakan Bangunan Gedung TK Desa Grawan Yang Habiskan Anggaran Ratusan Juta

Berita utama

Polres Probolinggo Kota Amankan Tersangka Otak Perampokan di Kedopok