Home / BUDAYA SENI / Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:14 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Apresiasi Kiprah Seniman Merawat Budaya Indonesia

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, MEDIAKPK.COM/ISTIMEWA

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, MEDIAKPK.COM/ISTIMEWA

MEDIAKPK.COM JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan pameran karya perupa Nasirun bertajuk “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kehadiran Kapolri dalam agenda tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perkembangan seni dan budaya nasional, sekaligus dukungan kepada para seniman yang terus menghadirkan nilai-nilai tradisi melalui karya-karya kontemporer.

Pameran Nasirun mengangkat tema penghormatan kepada para guru dan seniman pendahulu yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk perjalanan kreatifnya. Nasirun sendiri dikenal sebagai salah satu perupa kontemporer Indonesia yang banyak mengeksplorasi kebudayaan Jawa, spiritualitas, hingga berbagai persoalan sosial.

Sejumlah karya dari lintas periode turut dipamerkan. Di antaranya “Persembahan untuk Bathara Guru” (1999), “Komidi Putar Pasar Malam” (2010), “Tahta untuk Petruk” (2015), “Realis yang Semurni-murninya” (2018), dan “Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun” (2023).

Karya-karya tersebut memperlihatkan perjalanan artistik Nasirun dalam mengolah unsur tradisi dan spiritualitas dengan berbagai refleksi mengenai kehidupan masyarakat. Pesan-pesan budaya kemudian disampaikan melalui pendekatan seni kontemporer yang khas.

Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” terbuka untuk masyarakat mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026. Pengunjung dapat datang pada Selasa hingga Kamis pukul 10.00–18.00 WIB, sedangkan Jumat hingga Minggu dibuka pukul 10.00–20.00 WIB. Galeri tutup setiap Senin.

Kehadiran Kapolri di tengah kegiatan tersebut juga menunjukkan perhatian terhadap keberadaan seni dan budaya sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Melalui ruang pamer seperti ini, karya seni tidak hanya menjadi medium ekspresi, tetapi juga sarana untuk mengenang jasa para pendahulu, menjaga nilai-nilai budaya, sekaligus memperkenalkannya dalam perspektif yang sesuai dengan perkembangan zaman.

(M Rosid)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Disebut Pakar Hukum Sebut Pengembalian Uang Hasil Korupsi BTS Tak Hapus Pidana Penerimanya

Berita utama

Jaga Keharmonisan Bumi, Tambun Bungai Satlantas Polres Pulang Pisau Ajak Warga Tolak Anarkisme

Berita utama

Langkah Awal Bhayangkara Muda: 247 Calon Siswa Bintara Polri Resmi Masuk SPN Polda Jatim

Berita utama

Kasus Penyakit Sifilis Meningkat, Warga Kapas Lor Wetan Diminta Waspada

Berita utama

Pasutri Anang Suhari dan Emi Sutianingsih usai melaporkan salah satu pengusaha muda di Sidoarjo

Berita utama

Prajurit Yonif 2 Marinir Raih Prestasi di Ajang Kickboxing HOC 2025

Berita utama

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis Polda Jatim di CFD Hari Bhayangkara ke -79

Berita utama

DENIPAM 2 MAR LIBATKAN PRAJURIT TERBAIK DALAM LATIHAN BERSAMA (LATMA) SEA GARUDA 22B-25 DI THAILAND