JAKARTA MEDIAKPK.COM — Ketua Umum PB IKA PMII sekaligus Ketua Umum DPP BM PAN, Slamet Ariyadi, menanggapi pernyataan Ketua GP Ansor Jawa Timur, Gus Musaffa Safril, mengenai PAN yang disebut sebagai “Partai Anak Nahdliyin” serta polemik pendamping desa.
Slamet tidak melihat pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dipertentangkan. Ia justru memandangnya sebagai bagian dari dinamika demokrasi sekaligus bentuk perhatian terhadap PAN.
“Kami menghormati pernyataan tersebut sebagai bagian dari dinamika dan kebebasan menyampaikan pandangan. Saya justru memaknainya sebagai ungkapan rasa sayang, cinta, perhatian, sekaligus kedekatan,” kata Slamet dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Menurutnya, penyebutan PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” dapat menjadi tanda semakin terbukanya hubungan antara PAN dan masyarakat Nahdliyin. Ia menilai kedekatan tersebut dapat menjadi modal untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Slamet juga menyampaikan apresiasi kepada warga Nahdliyin serta jajaran GP Ansor Jawa Timur yang telah memberikan perhatian dan masukan kepada PAN.
Ia menyebut kedekatan PAN dengan kalangan Nahdliyin bukan sesuatu yang baru. Salah satu contohnya terlihat ketika PAN hadir dalam Muktamar NU di Jombang melalui program “Teras de’PAN”, yang menyediakan ruang pelayanan bagi masyarakat.
Hubungan antara elite PAN dan sejumlah tokoh NU, lanjut Slamet, juga terus terjaga melalui berbagai agenda silaturahmi. Ia menyebut sejumlah nama seperti Gus Yahya, Gus Kikin, hingga Gus Helmy Faishal Zaini sebagai tokoh NU yang memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Sebagai kader NU yang diberikan amanah memimpin organisasi sayap partai, ini menjadi bukti bahwa PAN merupakan rumah besar yang terbuka bagi siapa saja, termasuk warga Nahdliyin yang ingin memberikan kontribusi melalui jalur politik,” ujarnya.
Soal Pendamping Desa
Sementara terkait isu pendamping desa yang turut menjadi sorotan, Slamet menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Desa.
Karena itu, ia meminta pihak-pihak yang memiliki kritik maupun aspirasi mengenai kebijakan pendamping desa agar menyampaikannya langsung kepada kementerian terkait.
Apalagi, posisi Menteri Desa saat ini dijabat Yandri Susanto yang merupakan kader PAN.
“Saya mengenal beliau dengan baik dan meyakini beliau merupakan sosok yang terbuka terhadap masukan maupun kritik. Saya mengajak sahabat-sahabat Ansor dan warga Nahdliyin, apabila memiliki aspirasi terkait pembangunan desa maupun pendamping desa, sampaikan langsung kepada Menteri Desa,” tegas Slamet.
Politikus kelahiran Sampang tersebut menambahkan, PAN tidak ingin membangun sekat dengan kelompok maupun elemen masyarakat mana pun. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.
Ia berharap perbedaan pandangan justru dapat menjadi energi positif untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling utama, PAN hadir bantu rakyat,” pungkasnya.
(M Rosid)








