Home / Berita utama / Home / Hukrim / KPK / News

Rabu, 22 November 2023 - 14:19 WIB

Permintaan Komisi I Untuk Menlu RI Pasca Penyerangan RS Indonesia Oleh Israel

Permintaan Komisi I Untuk Menlu RI Pasca Penyerangan RS Indonesia Oleh Israel,
Foto,

Permintaan Komisi I Untuk Menlu RI Pasca Penyerangan RS Indonesia Oleh Israel, Foto,

 

Jakarta, mediakpk.com| – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Pemerintah RI khususnya Menlu Retno Marsudi untuk bersama dengan Menlu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Palestina dan Sekjen OKI, untuk menggalang dukungan terutama negara-negara anggota tetap DK PBB (P5), Hal itu agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat juga dilakukan tanpa hambatan.

 

Saat ini kunjungan beberapa Menlu OKI tersebut adalah tindak lanjut Paragraf 11 dari Resolusi KTT Luar Biasa OKI-Liga Arab Yang diselenggarakan di Riyadh 11 November lalu. Bulan ini China memegang Presidensi DK PBB. Para Menlu OKI mengharapkan agar China dapat mendukung upaya yang sedang dilakukan para Menlu OKI tersebut.

 

“Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB harus mendorong resolusi tegas PBB untuk menghentikan segala pelanggaran HAM yang sedang berlangsung terhadap Palestina, jelas sekali serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” jelas Abdul Kharis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

 

Di sisi lain, Politisi Fraksi PKS itu mengutuk keras Penyerangan RS Indonesia di Gaza oleh Teroris Zionis Israel yang telah menewaskan petugas medis, pasien, anak-anak , perempuan dan para pengungsi yang berlindung di dalam RS Indonesia.

 

“Sudah 13.000 nyawa gugur sebagian besar bayi dan anak-anak di Gaza Palestina empat puluh lima hari terakhir ini. Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengutuk keras tindakan biadab Zionis Israel dan semua pihak yang telah membumihanguskan Gaza, menghancurkan RS, Gereja,Masjid, semua fasilitas penyangga kehidupan di Gaza, Biadab! ” tegasnya.

 

Seperti banyak fasilitas kesehatan lainnya di Gaza, RS Indonesia, yang didirikan pada 2016 dengan pendanaan dari organisasi-organisasi Indonesia, telah berhenti beroperasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf Al-Qidra mengatakan sekitar 700 orang, termasuk dari tim medis dan korban luka, berada di dalam RS tersebut.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Antisipasi Gangguan Keamanan Wilayah Anggota Koramil 02/Sejangkung Laksanakan Ronda Malam Dan Patroli Bersama Linmas

Berita utama

Bank Kalbar Raih Penghargaan, Bergengsi Golden Champion  atas Kinerja Keuangan Gemilang

Berita utama

Dugaan Aktivitas Galian C di Trucuk Bojonegoro Jadi Sorotan, Kapolres Diminta Beri Penjelasan

Berita utama

Usai Viral Kepsek Dan Bendahara SDN Tamberu 1 Dilaporkan Polisi Kini Oknum Guru P3K Juga Diduga Terlibat Sunat Gaji GTT

Berita utama

Personel Satlantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Patroli Daerah Rawan Laka

Berita utama

Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Gurun Laweh

Berita utama

Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Gelar Karya Bakti di Makam Ratu Sepudak

Berita utama

Polres Mojokerto Amankan Residivis Curanmor yang Sempat DPO