PATI, MEDIAKPK.COM- Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan tim Mediakpk pada Senin (10/8/2026), pekerjaan di lokasi terlihat belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pertanian. Pelaksana kegiatan tercantum Kelompok Tani Tani Maju II.
Proyek dengan nama kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) itu memiliki anggaran sebesar Rp100.000.000, dengan sumber anggaran APBN Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan informasi juga tercantum volume pekerjaan 1 unit, dengan luas terdampak mencapai 20 hektare. Lokasi kegiatan berada di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.
Namun, saat melakukan pemantauan langsung, tim Mediakpk menemukan kondisi pekerjaan yang masih belum selesai. Sejumlah bagian bangunan irigasi terlihat masih dalam proses pengerjaan sehingga belum dapat dipastikan apakah pekerjaan tersebut memang masih berjalan atau terdapat pekerjaan lanjutan yang belum dilaksanakan.
Selain progres pekerjaan, tim juga menemukan material berupa pasir yang secara visual diduga pasir tras di sekitar lokasi pembangunan.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang telah ditetapkan.
Meski demikian, penggunaan material tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan berdasarkan RAB, spesifikasi teknis, dan dokumen pelaksanaan kegiatan.
Begitu pula dengan kondisi pekerjaan yang belum rampung. Perlu ada penjelasan dari pihak pelaksana mengenai progres pekerjaan, batas waktu pelaksanaan, serta apakah masih terdapat tahapan pekerjaan yang akan dilanjutkan.
Tim Mediakpk akan meminta klarifikasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pati selaku instansi yang tercantum dalam papan informasi proyek. Klarifikasi juga akan dilakukan kepada Kelompok Tani Tani Maju II selaku pelaksana kegiatan.
Pertanyaan yang akan dikonfirmasi antara lain terkait penggunaan material, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, progres pembangunan, nilai anggaran Rp100 juta, serta mekanisme pengawasan kegiatan tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati maupun Kelompok Tani Tani Maju II terkait temuan tim Mediakpk di lapangan.








