Rembang, mediakpk.com| Kerusakan bangunan tebing jalan Desa Wuwur Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang menjadi sorotan. Pasalnya Proyek senilai Rp 200.000.000,’ baru beberapa bulan sudah alami keretakan pada beberapa titik yang diduga karena terjadi kegagalan konstruksi.
Dari prasasti informasi publik bahwa bangunan tebing dibangun 2023 bersumber dari anggaran Bantuan Propinsi (Banprov) dengan pelaksanaan swakelola, dengan volume panjang 79,5 m serta ketinggian bervariasi dengan nilai anggaran Rp 200.000.000
Dugaan awal kerusakan itu karena kegagalan konstruksi, serta ada indikasi curi volume bangunan. Pondasi yang seharusnya memiliki ketebalan sesuai RAB namun dalam pantauan awak media terlihat hanya beberapa centimeter untuk ketebalan bangunan yang menopang pondasi pada tebing. Itu terlihat dari kelupasan bangunan yang langsung terlihat lapisan tanah.
Pimpinan redaksi mediakpk.com saat ikut cek lokasi memberikan komentar bahwa ia menduga, terindikasi kuat pada pembangunan tersebut adanya pencurian volume bangunan, dimana bangunan pada bagian pondasi bawah hanya beberapa centimeter untuk menutupi tanah tebing penopang bangunan.
Jika indikasi ini terbukti, jelas ini merugikan negara, serta dimana bangunan tebing yang seharusnya sebagai penopang untuk tanah dengan kwalitas seperti itu menurut pandangan kami jelas sangat rapuh menahan longsor jika bangunan di fungsikan sebagai itu,” tandasnya.
Kepala Desa Wuwur ‘Solipan’ melalui sambungan Whatsapp pada senin, ( 11/03/2024 )memberikan penjelasan terkait dengan kerusakan bangunan tebing tersebut, ia belum mengetahuinya ‘Saya malah belum tahu pak, dari pihak TPK tidak pernah ada laporan terkait dengan kerusakan tersebut,”ujarnya.
Bahkan dari percakapan awak media, diketahui dengan ketua Tim Pelaksana Kegiatan atas nama Suwarji sekaligus sebagai pengawas kegiatan pada saat pengerjaan proyek berlangsung,” tutur kades.
Namun diakui oleh kades bahwa selama pengerjaan proyek telah disesuaikan dengan RAB yang telah dibuat, jadi kemungkinan melenceng sangat minim, memang tidak setiap hari saya ngecek pengerjaan, terkadang ya dua sampai tiga hari sekali,” tandasnya.
Mengingat adanya kerusakan pada hasil pekerjaan kami, nanti pemerintahan desa akan segera survei lokasi bangunan serta akan segera memperbaiki secepat mungkin pada titik-titik kerusakan,” imbuhnya.
/Red








