Rembang |mediakpk.com| Disaat musim kemarau seperti saat ini pastilah kebutuhan air bagi warga desa sangat diwanti-wanti agar jangan sampai telat, oleh karenanya pemerintah membuat program demi kepentingan rakyat terkait masalah kebutuhan air bersih , dimana program itu berupa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Namun sangat disayangkan yang terjadi di Desa Ukir Kecamatan Sale Kabupaten Rembang, air bersih dari pamsimas yang seharusnya diperuntukan untuk kebutuhan air bersih warga desa setempat justru malah di pergunakan untuk kebutuhan proyek. Inilah yang terjadi pada proyek pembangunan SDN 2 Ukir, dimana proyek bernilai milyaran justru menggunakan air bersih pamsimas desa setempat.
Salah satu perangkat desa ukir yang juga pengelola air bersih Pamsimas saat ditemui awak media dikantornya membenarkan jika aktivifas proyek pembangunan SDN 2 ukir memakai air bersih pamsimas,” ujarnya.
Bahkan ia membeberkan pada awak media, bahwa penggunaan air bersih pamsimas tersebut untuk kebutuhan proyek, ternyata dari pihak sekolah tidak ada konfirmasi sama sekali,” yang saya tau tidak ada ijin ke desa sama sekali mas,” tandasnya.
Bahkan beberapa waktu lalu air pada bak penampungan sampai telat, dimana saat kami cek ternyata saldo pulsa meteran listrik telah habis disaat belum waktunya,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 2 Ukir ‘Hendri, saat dikonfimasi awak media ini saat berada dikantornya, memang mengakui bahwa penggunaan air bersih pamsimas untuk kebutuhan proyek pembangunan SDN 2 Ukir memang belum meminta ijin pada Pemerintah Desa setempat,” kemarin hanya konfirmasi sama yang tukang narik iuran mas,” ujarnya pada Senin,(19/08/2024)
Namun saat dicecar pertanyaan apakah sudah ijin pada pemerintah desa setempat, ia jawab “belum, ” sedangkan pembangunan proyek telah berjalan kurang lebih dua minggu.
Lebih lanjut ungkapnya, jika nanti dikemudian hari ada protes dari warga terkait penggunaan air pamsimas, maka barulah antisipasinya akan ia datangkan air dari luar,” terangnya.
/Red








