Home / Berita utama / Daerah / Home / Hukrim / Kesehatan / Kolom / KPK / Nasional / News / Pendidikan / Peristiwa / Uncategorized

Sabtu, 21 Juni 2025 - 04:06 WIB

Wakil Gubernur Kalbar Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Palsu, Nilai Transaksi Capai Rp 85 Miliar per Bulan

Wakil Gubernur Kalbar Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Palsu, Nilai Transaksi Capai Rp 85 Miliar per Bulan

Wakil Gubernur Kalbar Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Palsu, Nilai Transaksi Capai Rp 85 Miliar per Bulan

 

Pontianak, 20 Juni 2025 — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI atas keberhasilan penggerebekan terhadap sebuah gudang yang diduga menjadi tempat distribusi oli palsu skala besar. Operasi tersebut mengungkap dugaan transaksi mencapai Rp85 miliar per bulan.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Badan Intelijen dan BAIS yang telah membongkar gudang oli palsu ini. Peredarannya sangat meresahkan dan masyarakat kita di kampung-kampung tidak menyadari bahwa mereka bisa menjadi korban, kendaraannya menjadi rusak akibat menggunakan oli palsu” ungkap Krisantus kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/6).

Menurutnya, kasus ini terindikasi melibatkan jaringan besar dengan keterlibatan lintas wilayah, termasuk dugaan masuknya oli palsu tersebut dari Tiongkok. “Ini bukan perkara kecil. Barang ini masuk dari luar negeri, dan kelihatannya banyak yang terlibat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Krisantus menyebut bahwa pihak perusahaan yang diduga terlibat dalam distribusi oli palsu itu membantah memiliki perwakilan resmi di Kalimantan Barat. Hal ini diungkapkan setelah ia menerima laporan langsung dari salah satu tokoh masyarakat yang telah berkomunikasi dengannya.

“Mereka bilang tidak punya perwakilan. Ada apa ini sebenarnya? Kita tidak boleh takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Kalau ketidakadilan dan kecurangan seperti ini dibiarkan, rakyat Kalbar akan terus jadi korban,” tegasnya.

Krisantus sangat menyayangkan mengapa pihak pertamina yang juga di undang untuk hadir dalam pemeriksaan di gudang tidak bisa hadir. ” Ada apa”, tanya Krisantus.

Krisantus berharap aparat penegak hukum terus mengusut tuntas kasus ini dan tidak ragu menindak semua pihak yang terlibat. “Kita harus berani bicara, meskipun 100 orang menentang, saya tetap pada pernyataan saya,” pungkasnya.(tim liputan/red)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Tetapkan 3 Selebgram Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong

Berita utama

SIM Bolo Bhabin, Jurus Baru Polres Pacitan Permudah Warga Urus Surat Izin Mengemudi

Berita utama

Tim Dokkes Polres Lumajang Rikkes Petugas Posyan Ops Lilin 2024, Pastikan Kesehatan Personel

Berita utama

Buka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026, Irjen Pol Nanang Avianto Tekankan Profesionalisme Penggunaan Senjata Api

Berita utama

Soal Kasus Korupsi BTS Kominfo yang Menyeret Johnny Plate

Berita utama

Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori: Paulus George Hung, Pemilik PT CSS, Tekan Pers

Berita utama

Buk Kiki Ucapkan Terima Kasih kepada Satgas TMMD ke-129 Kodim 1208/Sambas

Berita utama

Jelang Pilkada Serentak 2024 Divhumas Polri Gelar FGD di Jawa Timur