Home / Berita utama / Daerah / Home / Hukrim / Nasional / News / TNI POLRI / Uncategorized

Rabu, 19 November 2025 - 18:24 WIB

Tinjau Penanganan Longsor di Cilacap, Mendagri: Penanganannya Sudah Sistematis

Foto: Tinjau Penanganan Longsor di Cilacap, Mendagri: Penanganannya Sudah Sistematis

Foto: Tinjau Penanganan Longsor di Cilacap, Mendagri: Penanganannya Sudah Sistematis

Cilacap – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung penanganan bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban berjalan baik, serta kesiapsiagaan pemerintah daerah (Pemda) tetap terjaga.

Dalam keterangannya, Mendagri menyampaikan bahwa penanganan di lokasi berlangsung sistematis dan terkoordinasi dengan baik. Ia menilai sinergi antarlembaga telah membuat respons terhadap bencana berjalan lebih cepat dan efektif.

“Penanganan di sini berlangsung cukup baik, sistematis, terorganisir dengan sangat baik, kekuatan juga cukup, logistik juga cukup,” ujar Mendagri kepada awak media.

Mendagri menjelaskan bahwa sebagian korban telah ditemukan, sementara lima lainnya masih dalam pencarian. Operasi pun diperpanjang selama tiga hari untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan. Selain itu, 16 rumah yang terdampak longsor akan ditangani melalui penyediaan hunian sementara dan hunian tetap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemda.

“Ini waktunya diperpanjang tiga hari, kita doakan mudah-mudahan yang lima lagi dapat segera ditemukan untuk diserahkan kepada keluarganya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penanganan bencana di sejumlah daerah. Presiden memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk turun langsung guna memperkuat langkah penanganan di lapangan.

Mendagri juga mengingatkan seluruh Pemda untuk segera menginventarisasi titik rawan banjir dan longsor, mengingat curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut di berbagai wilayah. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan dan mitigasi agar risiko terhadap masyarakat dapat ditekan.

Lebih jauh, Mendagri menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan harus dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan daerah menghadapi potensi bencana. Ia mengingatkan agar Pemda tidak bersikap pasif atau baru bergerak setelah terjadi bencana.

“Saya akan mengejar seluruh daerah untuk melakukan apel kesiapan yang sama. Dan mereka melakukan inventarisasi permasalahan di daerah masing-masing. Jangan sampai autopilot, diam saja,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Beri Pendampingan Korban Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung di Surabaya

Berita utama

Peduli Pendidikan, Polres Jember Beri Bantuan untuk Ratusan Pelajar di Ruwatan Lantas

Berita utama

Melalui PBB, Babinsa Barabai Bina Disiplin dan Kekompakan Pelajar

Berita utama

Kodim 1002/HST Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda di Desa Teluk Mesjid

Berita utama

Hadapi Cuaca Ektrem Kodim 1208/Sambas Gelar Apel Kesiap Siagaan Pasukan Tanggap Bencana Alam

Berita utama

Bersinergi Dengan Distanhorbun Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1009/Tla Gelar Penyuluhan Pertanian

Daerah

LSM SP2M dan GKS Bongkar Kenakalan Oknum Operator Desa Noreh

Berita utama

Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Ilegal Sianida di Surabaya dan Pasuruan, Omzet Capai Rp 59 Miliar