Home / Berita utama / Hukrim / KPK / News

Sabtu, 3 Februari 2024 - 04:29 WIB

Respon Petisi Beberapa Kampus, Warek UM Surabaya : Bagian Mimbar Akademik, Tapi Harus Tetap Sejuk dan Damai

Respon Petisi Beberapa Kampus, Warek UM Surabaya : Bagian Mimbar Akademik, Tapi Harus Tetap Sejuk dan Damai

Respon Petisi Beberapa Kampus, Warek UM Surabaya : Bagian Mimbar Akademik, Tapi Harus Tetap Sejuk dan Damai

 

SURABAYA – Wakil Rektor Universits Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Mundakir memberi respon terkait petisi yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi seperti UGM dan UII. Mundakir menilai bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari ekspresi akademik. Mundakir mengatakan kebebasan akademik, kebebasan berpendapat dan lain-lain sesungguhnya merupakan esensi kemanusiaan. Namun di tengah tahun politik seperti ini semuanya harus lebih berhati-hati karena bisa jadi hal tersebut disusupi kepentingan politik praktis.

“Kepedulian atas kondisi aktual masyarakat tentu menjadi tanggungjawab semua kampus. Tetapi tentu harus berhati-hati dan paham situasi. Ditengah kontestasi yang makin kencang. Aksi-aksi tersebut jelas dimanfaatkan dan berpotensi menguntungkan salah satu kontestan. Kalau sudah begitu. Tentu itu harus menjadi perhatian. Kampus harus tetap menjaga agar suasana tetap sejuk dan damai.” kata Mundakir Jumat (2/2/24)

Mundakir menambahkan kampus memang sudah selayaknya mengisi ruang publik dengan wacana-wacana kritis yang konstruktif. Kampus harus terus menjaga ruang keseimbangan di ranah publik.

“Di tahun politik seperti hari ini perguruan tinggi perlu terus menjaga keseimbangan antara memberikan ruang untuk berpendapat dan menjaga lingkungan belajar yang inklusif serta objektif,”imbuhnya.

Menurutnya di tengah tahun politik seperti ini, hal tersebut menjadi problematis karena sangat mungkin dimaknai politis karena menguntungkan salah satu calon.

Posisi perguruan tinggi harus bisa menjaga netralitas di tahun politik apalagi jelang pemilihan umum (Pemilu).

“Netralitas kampus dalam pemilu sangat penting, agar roh kampus sebagai tempat berseminya ilmu pengetahuan dan pembentukan ilmuwan berkarakter akan terus terjaga. Warga sivitas di kampus memiliki tanggung jawab dalam menjaga netralitas politik,”imbuhnya.

Mundakir menyatakan, seluruh warga sivitas di kampus harus memahami arti dan pentingnya netralitas dalam konteks Pemilu 2024. Karena, mereka harus menjadi contoh dalam menjaga netralitas, integritas, dan profesionalisme, serta mengedepankan kepentingan publik di atas segalanya.

“Langkah ini penting untuk memastikan Pemilu yang tinggal menghitung hari ini bisa berlangsung damai dan demokratis,” pungkasnya.(rasyid)

Share :

Baca Juga

BENCANA

Wakapolri Tekankan Pencegahan dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Berita utama

Bupati Hafidz Respon Baik Tuntutan Pekerja

Berita utama

Bhayangkari Bersama YKB Siap Gelar Lomba Lari Skala Internasional Kemala Run 2024

Berita utama

Tirta Sambara Pemandian Air Hangat Peroleh Penghargaan Disparpora Kabupaten Magelang

Berita utama

Pelatihan Public Speaking, Kabid Humas Polda Jatim: Humas Harus Jadi Komunikator Efektif di Era Digital

Berita utama

Kodim 1009/Tanah Laut Terima Kunjungan Tim Verifikasi Korem 101/Antasari

Berita utama

Polri Berhasil Ungkap 397 Kasus TPPO dan 482 Tersangka, Selamatkan 904 Korban dalam Sebulan

Berita utama

Satgas Preventif laksanakan peninjauan Arus Lalu Lintas hingga Terminal, pastikan arus mudik dan kamtibmas kondusif