Home / Nasional

Minggu, 13 September 2026 - 14:56 WIB

Polri Dalami Community Policing Jepang untuk Perkuat Peran Bhabinkamtibmas

Foto: Delegasi Binmas Polri saat mengikuti program pertukaran pengetahuan dan mempelajari penerapan community policing kepolisian Jepang melalui sistem Koban dan Chuzaisho.

Foto: Delegasi Binmas Polri saat mengikuti program pertukaran pengetahuan dan mempelajari penerapan community policing kepolisian Jepang melalui sistem Koban dan Chuzaisho.

MEDIAKPK.COM JAKARTA – Polri terus mendorong penguatan fungsi pembinaan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas personel Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas yang menjadi garda terdepan dalam membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan dan pertukaran pengetahuan dengan kepolisian Jepang yang berlangsung pada 3–11 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Polri dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan seluruh pembiayaan kunjungan mendapat dukungan dari Pemerintah Jepang melalui JICA.

Delegasi Polri dalam kegiatan tersebut dipimpin Karo Kerma Kementerian/Lembaga Stamaops Polri Brigjen Pol M. Setyobudi DP. Rombongan juga melibatkan Kapusdik Binmas Lemdiklat Polri serta personel Binmas dan Bhabinkamtibmas. Total terdapat 10 personel yang mengikuti program pertukaran pengetahuan tersebut.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Binmas untuk mempelajari secara langsung penerapan konsep community policing yang telah diterapkan kepolisian Jepang.

Menurutnya, delegasi Polri memperoleh kesempatan melihat bagaimana petugas kepolisian Jepang menjalankan fungsi pelayanan dan pemeliharaan keamanan masyarakat melalui sistem Koban dan Chuzaisho.

“Personel Binmas dan Bhabinkamtibmas bertukar informasi sekaligus melihat secara langsung penerapan community policing melalui petugas Koban dan Chuzaisho, terutama dalam pencegahan kejahatan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menjelaskan, pembelajaran tersebut dinilai relevan dengan tugas Bhabinkamtibmas di Indonesia. Sebagai personel yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi, mendeteksi potensi gangguan kamtibmas, sekaligus mendorong penyelesaian masalah secara dini.

Selain mendalami pola community policing, delegasi Polri juga mengunjungi sekolah kepolisian tingkat prefektur di Jepang. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar informasi mengenai sistem pendidikan, pembentukan, serta peningkatan kompetensi personel kepolisian.

“Pertukaran informasi juga dilakukan mengenai sistem pendidikan kepolisian. Ini menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama personel yang nantinya menjalankan fungsi pembinaan masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Trunoyudo menegaskan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi Polri. Berbagai praktik yang dinilai positif dan relevan akan dikaji lebih lanjut untuk mendukung penguatan pelaksanaan tugas Binmas dan Bhabinkamtibmas.

“Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi bahan bagi Polri untuk memperkuat pelaksanaan community policing di Indonesia. Praktik yang relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia akan dipelajari untuk kemudian diadaptasi dalam penguatan tugas Binmas dan Bhabinkamtibmas,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan hasil pembelajaran dari Jepang tidak dilakukan secara langsung tanpa penyesuaian. Polri akan mempertimbangkan kondisi sosial, karakteristik masyarakat, serta kebutuhan keamanan di masing-masing wilayah Indonesia.

Dengan demikian, penguatan community policing diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan kejahatan, menjaga kamtibmas, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

“Prinsipnya, hal-hal positif dari hasil pembelajaran ini akan kita ambil sebagai bahan penguatan, tentunya dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia,” pungkas Trunoyudo.

(m rosid)

Share :

Baca Juga

Berita utama

KASDIM 0820/PROBOLINGGO HADIRI FESTIVAL LITERASI HUKUM: CETAK GENERASI PATUH DAN CINTA HUKUM

Berita utama

Kapolrestabes Surabaya Terima Penghargaan di HJKS ke-732 Wujud Dedikasi Jogo Suroboyo

Berita utama

Bahagianya 100 Anak Ikuti Khitanan Massal Sambut Hari Bhayangkara ke-79 di Polres Ponorogo

Berita utama

Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Kendalikan Inflasi

Berita utama

Menko Polkam Sampaikan Belasungkawa, Investigasi Akan Dikawal Transparan

Berita utama

Aksi Kekerasan Terekam Video, Pelaku Kini Ditahan Polrestabes Surabaya

Berita utama

Heboh Intimidasi Wartawan Saat Ketahuan Gudang Transportir Miliknya Diduga Timbun BBM Berjenis Solar

Daerah

Politikus PKB mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi bisa diabaikan jika mengubah sistem jad proporsional tertutup