Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI

Rabu, 22 April 2026 - 16:52 WIB

Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini Bersama Pengemudi Ojol Perempuan

KOTA PROBOLINGGO – Peringatan Hari Kartini di Kota Probolinggo, Jawa Timur, terekam dalam potret yang berbeda.

 

Tidak ada kebaya atau seremoni formal di dalam gedung. Semangat emansipasi itu justru hadir di tengah deru mesin dan kepulan debu jalanan, tempat para pengemudi ojek daring perempuan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menopang ekonomi keluarga.

 

Pada momen tersebut, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono memilih menanggalkan sekat birokrasi dengan menemui langsung para perempuan tangguh ini.

 

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela aktivitas narik penumpang itu menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum dan para “Kartini jalanan”.

 

“Panjenengan (Anda) semua ini adalah Kartini masa kini. Setiap hari berada di jalan, menghadapi risiko demi keluarga, namun tetap berdiri tegak,” ungkap AKP Marjono memberikan apresiasi kepada para pengemudi di Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo, Selasa (21/4/2026).

 

Bagi kepolisian, sosok pengemudi ojek daring perempuan merupakan manifestasi nyata dari adaptasi perempuan di tengah kerasnya realitas ekonomi.

 

Emansipasi kini tidak lagi sekadar menuntut kesetaraan di ranah domestik maupun perkantoran, melainkan keberanian untuk terjun ke sektor informal yang penuh risiko fisik dan keamanan.

 

Namun, pengakuan atas ketangguhan tersebut dibarengi dengan penguatan edukasi.

 

Satlantas Polres Probolinggo Kota memandang komunitas ojek daring memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.

 

Sebagai kelompok yang paling intensif berinteraksi dengan aspal, perilaku mereka menjadi cermin bagi pengguna jalan lainnya.

 

“Jika pengemudi ojek daring tertib, hal itu akan menjadi preseden baik. Mereka adalah wajah jalanan yang paling sering dilihat masyarakat,” tutur AKP Marjono.

 

Langkah menyapa langsung para pengemudi ini menegaskan pergeseran paradigma kepolisian menuju pendekatan yang lebih humanis.

 

Fokus utama tidak lagi melulu pada aspek penegakan hukum atau penindakan di lapangan, tetapi lebih kepada pembangunan kesadaran kolektif melalui kedekatan emosional.

 

Para pengemudi menyambut positif langkah tersebut. Di tengah stigma dan tantangan pekerjaan yang maskulin, mereka merasa profesinya diakui sekaligus diingatkan bahwa keselamatan adalah modal utama dalam mencari nafkah.

 

Disiplin menggunakan perlengkapan standar dan etika berkendara bukan sekadar aturan, melainkan pelindung bagi tulang punggung keluarga.

 

“Peringatan Hari Kartini di jalan raya ini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan terus bergerak secara dinamis,”lanjut AKP Marjono.

 

Menurut Kasat Lantas Polres Probolonggo Kota, di balik kemudi dan helm, para driver Ojol tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga mengusung harapan keluarga sembari membawa pesan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. (*)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan Ikuti Apel Gabungan di Kantor Camat Pandawan

Berita utama

Polri Hadir Jaga Asa di Tengah Bencana, Ratusan Warga Aceh Terima Layanan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II

Berita utama

Karhutla di Perbatasan Mahela dan Abung Surapati Berhasil Dikendalikan

Berita utama

Jum’at Berkah, Polres Sumenep Gelar Baksos di TPA Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita utama

Teken Nota Kesepahaman dengan Kementerian Imipas, Kapolri Harap Sinergisitas Makin Optimal

Berita utama

Polda Jatim Amankan Tersangka Penyelundupan Pupuk Bersubsidi di Wilayah Bojonegoro

Berita utama

Minimalisir Debu Pasca Banjir, Polri Lakukan Pembersihan dan Penyiraman Jalan Protokol Aceh Tamiang

Berita utama

Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya di Pimpinan AKP WIDODO SE berhasil Mengamankan Satu Unit Sepeda Motor