BATU MEDIAKPK.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak kembali mendapat penanganan intensif dari tim gabungan. Setelah sebelumnya sempat dipadamkan, titik api kembali terpantau muncul di lokasi awal kebakaran, tepatnya di Petak 100, wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Polres Batu Polda Jawa Timur bersama instansi lintas sektor dan relawan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan kondisi kawasan tetap terkendali.
Kapolres Batu, Dr. AKBP Aries Purwanto, melalui Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda mengatakan, sebanyak 65 personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi sejak Sabtu pagi, 5 September 2026.
Menurutnya, personel tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran dan luasan kawasan yang terdampak.
“Sebanyak 65 personel kembali melakukan pemadaman sekaligus memantau sejauh mana luasan lahan yang terbakar,” kata Iptu M. Huda, Minggu (6/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, kekuatan personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak menuju titik api atau ground zero untuk melakukan pemadaman secara langsung. Sementara tim kedua bertugas mengamankan serta melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian.
Langkah pengamanan juga dilakukan dengan menutup sementara akses pendakian menuju beberapa kawasan gunung. Jalur menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong ditutup guna mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki area yang masih berpotensi membahayakan.
“Untuk keselamatan warga dan wisatawan, seluruh aktivitas wisata alam di kawasan tersebut dihentikan sementara waktu hingga situasi benar-benar dinyatakan aman,” tegasnya.
Penanganan karhutla turut diperkuat dengan operasi pemadaman dari udara. Sebuah helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur telah dikerahkan sejak Sabtu pagi untuk menjatuhkan air ke titik kebakaran di Petak 100 Gunung Buthak.
Iptu Huda menjelaskan, kondisi medan yang berat serta angin kencang menjadi salah satu kendala bagi petugas dalam melakukan pemadaman secara manual.
“Upaya pemadaman manual di darat terkendala oleh medan yang ekstrem dan embusan angin kencang. Oleh karena itu, sejak kemarin kami melibatkan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing,” jelasnya.
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan pada Selasa pagi, 1 September 2026. Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman secara manual hingga api berhasil dijinakkan pada sore hari.
Namun, kondisi kawasan yang kering membuat bara api kembali muncul dan memicu kebakaran di titik yang sebelumnya terbakar.
Berdasarkan data sementara, luas vegetasi yang terdampak karhutla di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Polres Batu bersama seluruh unsur terkait hingga kini masih melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan. Penutupan jalur pendakian diberlakukan sebagai langkah antisipasi sampai kondisi kawasan dinyatakan aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Rosit








