Home / Berita utama / Daerah / POLRI

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:11 WIB

Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur Melalui Ziarah di Tebuireng Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa, ziarah ini juga menjadi momentum mengenang kontribusi Gus Dur dalam perjalanan reformasi nasional, termasuk penguatan institusi Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengenakan peci dan melakukan doa bersama serta menaburkan bunga di pusara Gus Dur. Kedatangannya disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Machfudz, yang kemudian mengalungkan surban kepada Kapolri.

Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan Polri kepada tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri,” ujar Johnny kepada wartawan.

Diketahui, Gus Dur menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4 sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Dalam masa kepemimpinannya, ia melanjutkan agenda reformasi dengan mendorong profesionalisme militer dan supremasi sipil dalam pemerintahan.

Salah satu tonggak penting pada era tersebut adalah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri secara konstitusional melalui TAP MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Menurut Johnny, momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Jejak pemikiran dan kebijakan Gus Dur tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri. Selain itu, KH. Abdurrahman Wahid juga dikenang sebagai “Bapak Pluralisme” karena konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman di Indonesia.

Melalui ziarah ini, Polri tidak hanya memberikan penghormatan kepada seorang mantan presiden, tetapi juga mengenang warisan pemikiran kebangsaan yang turut mewarnai perjalanan reformasi dan penguatan institusi negara hingga saat ini.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Wasev Sterad Berikan Semangat Kepada Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas

Berita utama

12 Satker Polri Raih Penghargaan Nilai IKPA Terbaik dari Kemenkeu

Nasional

Kunjungan Perdana, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono Silaturahmi ke Kediaman Gus Romy Syib

Berita utama

Cegah Aksi Balap Liar, Polsek Sidomukti Intensifkan Patroli Malam di JLS

Berita utama

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Polrestabes Surabaya Gelar Apel Kesiapsiagaan

Berita utama

Satuan Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 3.667 Botol Miras Dari Toko Klontong Di Tenggumung Baru

Berita utama

Kapolri Tekankan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem dan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Selama Nataru

Berita utama

Polresta Malang Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas pada Operasi Ketupat Semeru 2024