Home / Berita utama / News / TNI POLRI

Senin, 8 Juli 2024 - 13:25 WIB

Jumlah Stunting di Kabupaten Rembang Turun Jadi 13,8%

Jumlah Stunting di Kabupaten Rembang Turun Jadi 13,8%

Jumlah Stunting di Kabupaten Rembang Turun Jadi 13,8%

 

Rembang |mediakpk.com| Selama bulan Juni, Kabupaten Rembang melaksanakan intervensi serentak pencegahan stunting yang menjangkau 40.246 balita atau 100% dari sasaran. Hasilnya, tercatat 13,8% atau 5.553 balita mengalami stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Rembuk Stunting di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang pada Senin (8/7).

“Artinya pengukurannya sudah sesuai standar, menggunakan antropometri yang bener. Itu kita mendapatkan angka 13,8%,” ucap dr. Ali, menjelaskan bahwa semua balita diukur dan ditimbang menggunakan alat antropometri yang berstandar.

Sebaran balita penderita stunting bervariasi di setiap kecamatan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang mencatat angka stunting di Rembang sebesar 19,5%, ada tiga wilayah lokus stunting yang menjadi fokus penanganan karena melebihi angka tersebut.

Ketiga wilayah tersebut adalah Puskesmas Sarang 2 dengan angka 20,69%, Puskesmas Sulang 20,09%, dan Puskesmas Sarang 1 19,53%. Sebaliknya, angka stunting terendah berada di Puskesmas Rembang 1 dengan 5,72%, Puskesmas Kragan 2 6,67%, dan Puskesmas Sumber 8,80%.

“Yang menjadi perhatian Sarang dan Sulang, kemudian yang juga tetap menjadi perhatian adalah yang di atas 14%. Seperti Bulu, Pamotan, Sale, Pancur, Sluke masih menjadi perhatian. Yang agak tenang Sedan, Kaliori, Gunem, Lasem, Sumber, Kragan, dan Rembang sebagian,” jelas dr. Ali.

Angka hasil intervensi serentak ini akan digunakan Pemkab Rembang sebagai dasar untuk fokus melakukan intervensi penanganan stunting. Wilayah dengan angka stunting rendah tetap diminta fokus melakukan intervensi untuk mencapai target zero stunting.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengakui bahwa hasil intervensi masih menunjukkan angka stunting sebesar 13,8% dari 40.246 balita di 14 kecamatan. Namun, angka ini menunjukkan bahwa Kabupaten Rembang telah melampaui target pemerintah pusat yang menetapkan angka stunting 14% pada 2024.

“Dari 100% kita hanya ada stunting 13,8%. Ini kalau bicara target 14% ya kita sudah terpenuhi di tahun ini sebetulnya. Intervensi ini kita lanjut terus, paling tidak nanti kita pantau per 14 sampai 90 hari,” pungkasnya. Rasyid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Terjunkan Tim TAA Olah TKP Laka di Pantura Gresik

Berita utama

Komisi III DPR RI Apresiasi Polri Atas Kesuksesan Pengelolaan SPPG

Berita utama

Heboh Intimidasi Wartawan Saat Ketahuan Gudang Transportir Miliknya Diduga Timbun BBM Berjenis Solar

Berita utama

SSDM Polri Laksanakan Sertifikasi Kompetensi Asesor Assessment Center Polri

Berita utama

Benarkah,,?? Mangkraknya Proyek Kolam Renang Desa Bangunrejo Pamotan Karena Ada Pengalihan Anggaran Untuk Tangani Covid-19

Berita utama

Menteri ATR/BPN Temui Kapolri Untuk Kerjasama Berantas Mafia Tanah Tanpa Toleransi

Berita utama

Kapolda Jatim Ucapkan Selamat Popsivo Polwan Raih Kemenangan atas Jakarta PLN Elektrik di Gresik

Berita utama

Polresta Sumenep Luncurkan “HALO KAPOLRESTA” Layanan Cepat Dekat Masyarakat