Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / KPK / News / TNI POLRI

Selasa, 19 Maret 2024 - 02:49 WIB

Dinilai Berhasil, Nana Minta Modifikasi Cuaca Dilakukan Sampai Tanggul Jebol Selesai Diperbaiki

Dinilai Berhasil, Nana Minta Modifikasi Cuaca Dilakukan Sampai Tanggul Jebol Selesai Diperbaiki

Dinilai Berhasil, Nana Minta Modifikasi Cuaca Dilakukan Sampai Tanggul Jebol Selesai Diperbaiki

 

SEMARANG|mediakpk.com|  Penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Jawa Tengah, dinilai mampu membantu mengurangi intensitas curah hujan. Karenanya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendorong percepatan penanganan daerah yang terdampak banjir.

Hal itu disampaikan Nana, seusai Rapat Koordinasi Kebencanaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). Dikatakan, banjir yang terjadi di sejumlah daerah sudah mulai surut.

“Alhamdulillah hari ini tidak ada hujan. Ini bisa mengurangi banjir. Semoga hujannya bisa terus berkurang,” ungkap Pj gubernur.

Nana menjelaskan, dalam kurun waktu 8-14 Maret 2024 telah terjadi 30 di kejadian bencana besar di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dari jumlah itu, 14 kejadian banjir dan 16 kejadian angin kencang, yang tersebar di 20 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Ditambahkan, rentetan bencana itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, debit air di sungai-sungai mengalami peningkatan. Bahkan, di beberapa titik tanggul sungai sampai jebol. Seperti yang terjadi di Grobogan dan Sungai Wulan Demak.

“Kita selama ini terus mengawal dan menjaga tanggul tersebut. Tetapi karena debit air dan hujan yang ekstrem, sehingga airnya tidak terkontrol dan tanggulnya jebol,” katanya.

Nana membeberkan, langkah yang dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut adalah menutup tanggul yang jebol.

Dia berharap, TMC bisa terus diperpanjang, sampai seluruh tanggul yang jebol berhasil ditutup.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan, penerapan TMC akan diberlakukan sampai 20 Maret 2024. Menurutnya, selama tiga hari TMC diterapkan, hasilnya sudah terlihat di mana curah hujan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang, Demak, dan sekitarnya sudah berkurang.

“Akan dilakukan terus sampai tanggal 20 Maret. Kalau perlu diperpanjang maka akan diperpanjang. Sebelum tanggul Demak tertutup, maka akan dilakukan TMC atau diperpanjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati, mengungkapkan, lTMC ini diprioritaskan untuk wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya, karena wilayahnya sudah tergenang. Secara paralel, upaya itu juga dilakukan di daerah lain.

“Setelah tanggal 20 Maret nanti ada tren penurunan curah hujan, asal tidak terjadi fenomena mendadak dan gangguan atmosfer secara tiba-tiba,” ujarnya.

Dijelaskan, curah hujan ekstrem di Kota Semarang dan sekitarnya terjadi karena ada fenomena munculnya bibit Cyclone di selatan Indonesia, bersamaan dengan masuknya kumpulan awan hujan dari Samudera Hindia atau Timur Afrika.

“Ada fenomena yang tiba-tiba muncul dan mengakibatkan hujan yang ekstrem. Ekstrem itu 150 mm per hari, tetapi kemarin mencapai 230 mm lebih,” tandas Dwikorita.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Dugaan Tak Sesuai Spek, Bangunan Tebing Jalan Desa Wuwur Pancur Terindikasi Colong Volume Bangunan

Berita utama

Kodam XVIII/Kasuari Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-80 TNI : Momentum Memperkokoh Pengabdian dan Persatuan

Berita utama

Pengawasan Ganjil Genap ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Polri Mengudara di Ruas Strategis Ibu Kota

Berita utama

Kapolri Tegaskan Hukuman Maksimal untuk Bandar Narkoba: Fokus Pemberantasan dari Hulu ke Hilir

Berita utama

Sinergitas Polres Lumajang Bersama TNI dan Forkopimda Lakukan Penghijauan di Sumber Klerek Gucialit

Berita utama

Turunkan 3.572 personel gabungan, Polri Sukses Amankan Perhelatan Event MotoGP Mandalika 2025

Berita utama

Hari Anak Nasional, Polresta Sidoarjo Edukasi Bahaya HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

Berita utama

Hadapi May Day 2025, Polres Pasuruan Gelar Gladi Pengamanan dengan 1.039 Personel