Home / Berita utama / Hukrim / News / TNI POLRI

Jumat, 17 Januari 2025 - 06:14 WIB

Diduga Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya menyalahgunakan wewenang Dan Kode etik profesi Kepolisian

Diduga Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya menyalahgunakan wewenang Dan Kode etik profesi Kepolisian

Diduga Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya menyalahgunakan wewenang Dan Kode etik profesi Kepolisian

 

 

Surabaya – Mediakpk.com, Setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran dalam hal ini, akan dikenakan sanksi Kode Etik Profesi sesuai takaran tingkat ringan atau berat pelanggarannya.

Anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sejumlah sanksi, hal ini diperjelas berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian No.14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian RI.

Kemudian, hal tersebut juga diatur dalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 2003 tentang Peraturan disiplin Anggota Kepolisian Negara Indonesia yang menjelaskan bahwa, setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin dapat dijatuhkan sanksi disiplin berupa tindakan dan atau hukuman disiplin.

Dalam hal ini kami sebagai kontrol sosial masyarakat mempertanyakan keseriusan kepolisian Republik Indonesia, disektor wilayah Polda Jatim.

Yang mana kabar suar yang diduga dilakukan oleh anggota reskrim Polsek tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya, dikabarkan menyalahgunakan wewenang dan diduga melanggar kode Etik profesi sebagai penegak hukum.

Dari keterangan narasumber bahwasanya Polsek tenggilis mengamankan seorang pria dijalan Raya Bratang Gede disalah satu warkop ( Barata ), dalam penangkapan tersebut diduga anggota reskrim Polsek tenggilis menyalah gunakan wewenangnya. Tutur narasumber

Masih narasumber menjelaskan bahwa setelah mengamankan terduga tersangka pada tanggal 11 Desember 2024, namun sangat disayangkan melepas kembali terduga tersangka tepatnya pada tanggal 13 Desember 2024, dengan adanya nominal sebesar 11jt. Tutur narasumber.

Dan yang paling parahnya dalam keterangan narasumber diduga Kanit Reskrim mengembalikan lagi uang yang diterima supaya tersangka tidak ditahan, setelah ada rekan media mengkonfirmasi kepada nya.

Dalam hal ini diduga anggota reskrim memperjual belikan hukum di wilayah Polda Jatim, lebih tepatnya di wilayah Polrestabes Pungkasnya.

Supaya pemberitaan berimbang team awak media mengkonfirmasi kepada Ipda OYONG ABDILLAH ” beliau menjawab besok ya mas surat p21 dan surat penangguhan penahanan dan surat penahanan nya, kamis 16/01/2025.

Sampai saat ini belum ada surat p21 dan surat penahanan terhadap terduga tersangka Yang berinisial F,P dan rekan J, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp messenger pribadinya.

Kami berharap kepada Kapolda Jatim Irjen pol Imam Sugianto dan Kapolres Kombes pol Drs Lutfi segera menindaklanjuti adanya informasi yang diduga dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek tenggilis.

M.rasyid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Perkuat Jalinan Silaturahmi Dengan Ulama, Polres Tanjungperak Terima Kunjungan PCNU Kota Surabaya

Berita utama

Tingkatkan Iman dan Taqwa Polres Pelabuhan Tanjung Perak Peringati Nuzulul Qur’an.

Berita utama

Kapolri Diberi Gelar Adat-Pusaka oleh Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan

Berita utama

Polri Catat Capaian Signifikan dalam Program Gugus Tugas 2025: Dukung Ketahanan Pangan, Perumahan, dan Pendidikan Nasional

Berita utama

Sambut Hari Santri Polres Tanjungperak Ajak Santri Wani Berbudaya Tertib

Berita utama

Kejuaraan Pencak Silat Wekasan Cup II 2025 Resmi Dibuka, Memperebutkan Piala Sultan Pontianak IX

Berita utama

Polres Tuban Amankan dan Beri Pembinaan 38 Oknum Pesilat Konvoi di Jalan Raya

Berita utama

Polda Jatim Periksa 29 Saksi terkait Dugaan Praktik KKN dalam Seleksi Perangkat Desa di Kediri