Home / Berita utama

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:41 WIB

Diduga Gunakan Material Berkualitas Rendah, Proyek P3-TGAI di Blora Jadi Sorotan

BLORA MediaKPK.com – 30 JULI 2026 | Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, menjadi sorotan setelah tim investigasi lapangan menemukan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan kualitas yang semestinya diterapkan pada pekerjaan konstruksi pemerintah.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki nilai Rp195.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan oleh P3A Arum Tani Mulyo dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Hasil investigasi awal menunjukkan adanya dugaan penggunaan batu dan pasir yang kualitasnya berada di bawah standar yang lazim digunakan dalam pekerjaan jaringan irigasi.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak proyek.

Tim investigasi menilai dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh pihak terkait melalui pemeriksaan dokumen kontrak, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta pengujian mutu material secara independen agar diperoleh kepastian apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Kami berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan di lapangan. Jika memang seluruh pekerjaan telah sesuai spesifikasi, tentu hal itu perlu dijelaskan kepada publik. Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian, harus ada langkah evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar tim investigasi.

Sebagai proyek yang dibiayai menggunakan uang negara, pelaksanaan P3-TGAI diharapkan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan mutu pekerjaan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani.

Pihak pelaksana kegiatan maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana belum memberikan keterangan resmi terkait hasil temuan investigasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Tim investigasi masih terus menunggu tanggapan resmi serta klarifikasi dari instansi terkait. Hal ini penting agar pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut dapat dipastikan berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang berlaku demi kepentingan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Prajurit Kodim 1002/HST dan Satuan Jajaran Ikuti Uji Kenaikan Sabuk PSM

Berita utama

Komunitas Nelayan Tradisional Ujung Pangkah Gresik, Deklarasikan Dukung Cak Imin Presiden 2024

Berita utama

Jelang 1 Muharam Polres Tulungagung Bersama Tiga Pilar Gelar Patroli Skala Besar

Berita utama

Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Pasuruan Blusukan Salurkan Bansos untuk Warga

Berita utama

Hut Bhayangkara ke-78, Polrestabes Surabaya Gelar Aksi Donor Darah

Berita utama

Pelayanan Solutif dan Program Polantas Menyapa Humanis, Samsat Sidoarjo kota  Dapat Apresiasi Masyarakat

Berita utama

Rakit Kerangka Besi, Satgas TMMD Reguler ke-129 Perkokoh Bangunan RTLH Milik Warga

Berita utama

Dandim 1002/HST: HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Nasionalisme dan Persatuan