PATI — Baru beberapa waktu dilakukan pengaspalan, kondisi jalan di wilayah RW 01, Dukuh Asemlegi, Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, mulai menjadi sorotan warga.
Sejumlah bagian jalan disebut mulai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kualitas pekerjaan, terlebih beredar informasi bahwa anggaran proyek pengaspalan tersebut disebut mencapai sekitar Rp100 juta.
Warga mempertanyakan apakah hasil pekerjaan yang masih tergolong baru tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis, volume, serta anggaran yang digunakan.
“Kalau benar anggarannya sekitar Rp100 juta dan baru selesai tetapi sudah mulai rusak, tentu kami berharap ada penjelasan dari pihak desa,” ujar warga setempat.
Sorotan warga tidak hanya mengenai kondisi jalan, tetapi juga menyangkut transparansi penggunaan anggaran. Masyarakat berharap dapat mengetahui sumber dana, RAB, panjang dan lebar jalan yang dikerjakan, ketebalan aspal, spesifikasi material, hingga pihak pelaksana pekerjaan.
Apalagi, pembangunan jalan menggunakan anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Karena itu, warga berharap hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai nilai anggaran sekitar Rp100 juta serta penyebab kerusakan jalan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada Pemerintah Desa Mangunlegi dan pihak pelaksana.
Publik menunggu penjelasan: apakah kondisi jalan tersebut memang berkaitan dengan kualitas pekerjaan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kerusakan?
Catatan: Nilai anggaran, volume pekerjaan, serta kondisi teknis proyek masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak terkait.








