Berita utama

Reses DPRD Surabaya di RT 10 RW 1 Kelurahan Gundih, Warga Sampaikan Aspirasi Pendidikan, Kesehatan dan Lansia

M
Media KPK26/5/2026 / 4 min read
♡ 2□ 3528
Reses DPRD Surabaya di RT 10 RW 1 Kelurahan Gundih, Warga Sampaikan Aspirasi Pendidikan, Kesehatan dan Lansia
8.5KTerbaca

Surabaya – Kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya di wilayah RT 10 RW 1 Kelurahan Gundih berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.

 

Dalam sambutannya, anggota dewan menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi, kebersamaan warga, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda.

 

Acara yang dihadiri Ketua RT, tokoh masyarakat, Karang Taruna, ibu-ibu warga hingga para pendukung tersebut menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat terkait pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial hingga pemberdayaan pemuda.

 

“Silaturahmi itu manfaatnya banyak, memperpanjang usia dan melancarkan rezeki. Kalau sering bersilaturahmi, jaringan semakin luas dan peluang pekerjaan juga lebih mudah,” ujarnya di hadapan warga.

 

Ia juga mengapresiasi kekompakan warga RT 10 dan RT 2 yang dinilai harmonis layaknya satu keluarga besar. Menurutnya, lingkungan tersebut menjadi miniatur Surabaya yang penuh kebersamaan dan gotong royong.

 

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba dan pengaruh negatif lainnya.

 

“Mudah-mudahan di sini benar-benar bersih dari narkoba, bukan hanya secara hukum tapi juga kenyataannya memang tidak ada,” katanya disambut tepuk tangan warga.

 

Selain itu, berbagai program pemerintah di bidang pendidikan turut disosialisasikan.

 

Ia menjelaskan bahwa bantuan pendidikan seperti BOS dan BOPDA telah membantu biaya operasional sekolah, baik negeri maupun swasta.

 

Bahkan, Pemerintah Kota Surabaya juga menyediakan berbagai program beasiswa untuk pelajar hingga mahasiswa.

 

“Pendidikan dan kesehatan adalah pondasi utama. Kalau dua hal ini sudah baik, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut terangkat,” jelasnya.

 

Di bidang kesehatan, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran besar untuk pembiayaan layanan kesehatan masyarakat, termasuk BPJS PBI bagi warga kurang mampu.

Menurutnya, saat ini masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di rumah sakit tanpa harus menjual harta benda seperti yang dulu sering terjadi.

 

Ia juga mengajak masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat dan menjaga pola makan guna mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan stroke.

 

“Walaupun punya BPJS, jangan sampai senang sakit. Kesehatan itu harus dijaga mulai dari makanan, olahraga, dan pola hidup,” pesannya.

 

Tak hanya itu, dalam reses tersebut juga dibahas program bantuan sosial bagi lansia tunggal, pemberian makanan untuk lansia, hingga dukungan anggaran bagi Karang Taruna sebesar Rp5 juta per RW.

 

Warga juga diminta aktif melapor kepada RT, RW maupun kelurahan apabila terdapat warga kurang mampu yang belum masuk dalam data penerima bantuan pemerintah.

 

Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab bersama warga terkait berbagai kebutuhan masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027.pungkasnya( m rosid

Slider Berita Terkait

Lihat semua