Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI / Uncategorized

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:33 WIB

Ancaman Nyata bagi Kebhinekaan, Kodim 1002/HST Beri Pencerahan di Sekolah

BARABAI – Komitmen memperkuat nilai kebangsaan terus diperkuat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pasi Intel Kodim 1002/HST, Kapten Inf Lilis Susanto, menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertema “Radikalisme dan Terorisme sebagai Ancaman Kebhinekaan” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HST di Aula SMA Negeri I Hulu Sungai Tengah, Selasa (09/12/2015).

Dalam kegiatan tersebut, Kapten Inf Lilis Susanto hadir mewakili Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar dan menyampaikan peringatan serius terkait masih berkembangnya ancaman radikalisme dan terorisme yang berpotensi merusak persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyampaikan bahwa kelompok-kelompok berpaham radikal masih terpantau aktif melakukan konsolidasi dan berbagai upaya untuk menjalankan agenda ideologinya. Menurutnya, penyebaran paham tersebut kini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga telah merambah dunia pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.

“Penyebaran paham radikal dilakukan secara sistematis, terencana, dan terstruktur, termasuk melalui upaya perekrutan anggota baru,” terang Kapten Lilis dalam pemaparannya.

Selain itu, ia menekankan bahwa media sosial menjadi ruang yang sangat rawan dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Kecepatan arus informasi dan jangkauan yang luas membuat platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan Telegram kerap dijadikan sarana propaganda dan rekrutmen.

Dalam materinya, Kapten Lilis juga menjabarkan ciri-ciri paham radikalisme, antara lain bersifat ekstrem, menganggap diri paling benar, mengkafirkan pihak lain, memahami ajaran agama secara sempit dan tekstual, serta membenarkan kekerasan sebagai cara mencapai tujuan.

Ia menjelaskan bahwa tumbuhnya radikalisme bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, tekanan psikologis, kesalahan pemahaman pendidikan, hingga pemanfaatan situasi sosial tertentu.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa paham radikal memiliki potensi besar memicu konflik sosial melalui penyebaran hoaks, propaganda, sikap intoleransi, dan upaya memecah belah persatuan bangsa.

Menutup penyampaiannya, Kapten Inf Lilis Susanto mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar, untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan meningkatkan kewaspadaan.

“Mari kita tingkatkan rasa kebangsaan, jaga NKRI dari ancaman radikalisme dan terorisme, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya.(mask95).

Share :

Baca Juga

Berita utama

Reses, Anggota DPRD Surabaya Fraksi PAN Dr. Zuhrotul Mar’ah Disambati Warga Gundi Lapangan, Soal Pendidikan dan BPJS

Berita utama

Masuki Tahap Akhir, Jembatan Garuda Merah Putih Desa Puain Kanan Mulai Dicat

Berita utama

Cegah Kecurangan Pengisian BBM, Polres Tegal Lakukan Pengecekan di SPBU

Berita utama

Seluruh Personel Dan Persit Kodim 1009/Tanah Laut Menerima Sosialisasi Program ASABRI

Berita utama

Personil Polsek Pandih Batu Sosialisasi Dumas Layanan Call Center Polsek Pandih Batu

Berita utama

Operasi Keselamatan Semeru 2025 Polres Madiun Beri Helm dan Souvenir bagi Pengendara Tertib

Berita utama

Babinsa dan Ketua MSH HST Gembleng Karateka Menuju Prestasi Gemilang

Berita utama

Polres Ngawi Siagakan Personel di Klenteng Sien Hien Kiong, Perayaan Imlek Berlangsung Kondusif