Home / Berita utama / Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:38 WIB

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol

Semarang, 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai lahirnya 282 calon perwira remaja Polri, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan kesempatan yang setara.

Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).

Perjalanan Adnan menuju Akpol bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri pada 2023. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi.

Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.

Adnan juga mengakui sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya. Namun, semangat dan motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi menjadi titik balik yang menguatkan kepercayaan dirinya.

Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat As SDM Kapolri memberikan pesan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tua.

“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, dukungan tersebut menjadi penyemangat yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri.

Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Amankan 79 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Berita utama

Dandim 1208/Sambas Hadiri Upacara Peringatan HUT RI ke-81 dan Ziarah Rombongan ke TMP Kabupaten Sambas

Berita utama

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi, Pastikan Reforma Agraria Buka Peluang Rakyat Lebih Sejahtera

Berita utama

Mendagri Serahkan Bantuan ke Desa Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara

Berita utama

Ketua Komisi III DPR RI: Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Motivasi Polri Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Berita utama

Ngeri Gak Bahaya Tah ?? Pengakuan Salah Gunakan Dana BOS Secara Terbuka

Berita utama

Pemerintah Wajib Tuntaskan Dugaan Pelanggaran K3 Terkait Proyek Pemasangan Batu Di Jalur Lumajang -Probolinggo

Berita utama

Bertempat di Kp. Sempan Timur Personil Satgas Pam Obvitnas PT. Freeepot Indonesia, Yonif 611/Awang Long melaksanakan kegiatan komsos sekaligus membantu Pembangunan Rumah Adat Suku Sempan di Distrik Jita, Kab. Mimika, Papua Tengah