Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / KPK / News / TNI POLRI / Uncategorized

Selasa, 2 April 2024 - 12:21 WIB

Desa Kajar, Sentra Wedang Mawar di Kaki Pegunungan Lasem Rembang

Desa Kajar, Sentra Wedang Mawar di Kaki Pegunungan Lasem Rembang

Desa Kajar, Sentra Wedang Mawar di Kaki Pegunungan Lasem Rembang

Rembang |mediakpk.com| Selain dikenal dengan sumber air yang melimpah, Desa Kajar ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik, yakni wedang bunga mawar. Terletak di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Desa Kajar memikat dengan bentang alamnya yang hijau dan berhawa sejuk karena berada di pegunungan Lasem.

Bukan rahasia lagi jika Desa Kajar dikenal dengan tanaman bunga mawarnya yang melimpah, baik yang ditanam di perkebunan maupun pekarangan warga. Tak heran, minuman wedang mawar menjadi salah satu minuman khas yang patut dicicipi di desa ini.

Mudayanah, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Desa Kajar, mengungkapkan bahwa pembuatan wedang mawar telah dimulai sejak delapan tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2016. Peran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang sangat membantu dalam mengembangkan potensi bunga mawar dan KWT di desa tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati wedang mawar, harus melakukan pemesanan terlebih dahulu karena minuman ini hanya bertahan selama tiga hari pada suhu ruangan atau lima hari jika disimpan dalam lemari es. Wedang mawar dijual per botolnya seharga Rp. 8 ribu, namun untuk pembelian dua botol, harga spesial Rp. 15 ribu berlaku.

Mudayanah juga mengungkapkan bahwa wedang mawar buatannya tidak hanya diminati oleh warga lokal, tetapi juga dari luar kota seperti Semarang hingga Jember, Jawa Timur. Baru-baru ini, seorang pembeli dari Jember bahkan membeli 50 botol wedang mawar sekaligus.

Untuk membuat wedang mawar, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain bunga mawar, jahe, serai, kayu secang, dan gula yang direbus hingga mawar mengeluarkan minyak. Setelah itu, wedang mawar dikemas dalam botol dan siap dinikmati.

Selain rasanya yang segar dan cocok untuk diminum dalam keadaan hangat, wedang mawar juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan kecantikan, seperti meningkatkan imunitas tubuh dan meredakan gejala wasir, serta memiliki efek mencerahkan warna bibir dan mengatasi tanda-tanda penuaan kulit.

Meski begitu, salah satu kendala yang dihadapi oleh para produsen wedang mawar adalah kenaikan harga bunga mawar menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang kadang-kadang mengurangi keuntungan mereka.

“Kendalanya biasanya momen menjelang lebaran. Harga mawar per tangkai naik jadi Rp 2 ribu sampai Rp. 3 ribu. Kalau ada pesanan di waktu – waktu itu ya gimana gitu, sedangkan untuk harga kita tetap, ” ungkapnya.

Wahyu Tri Utami, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kajar, menambahkan bahwa selama ini Pemerintah Desa telah aktif dalam mempromosikan wedang mawar ini melalui berbagai cara, seperti bazar dan menyajikannya kepada tamu yang datang, serta memberikan fasilitasi dana untuk produksi.

“Untuk peran dari Pemerintah Desa selama ini membantu mempromosikan. Baik melalui bazar- bazar, menyuguhkan wedang mawar kepada tamu yang datang, ke dinas- dinas maupun fasilitasi dana untuk produksi,” kata istri Kepala Desa Kajar itu.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

MCK Sekolahan Hampir Rampung Dikerjakan Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Lakukan Pengecetan Bangunan.

Berita utama

Polres Tulungagung Periksa Kesehatan Personel Untuk Layani Pemudik di Operasi Ketupat Semeru 2024

Berita utama

Babinsa Koramil 1002-01/BAS Ajak Warga Rangas Bersihkan Jalan Desa

Berita utama

Antusias Warga Desa Gunung Melati Mengikuti Penyuluhan Hukum Yang Digelar Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1009/Tla

Berita utama

Sukseskan Pelaksanaan Porprov Ke-XII Kalsel, Kodim 1009/Tla Turunkan Personel Bantu Pengamanan

Berita utama

Kepedulian Satgas Yonif 611/Awang Long Bersama Masyarakat Gotong Royong Pembangunan Gereja Kimbeli

Berita utama

Dansatgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Komsos Bersama Kades di Warung Warga

Berita utama

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Sungai Nilam Bersama Perangkat Desa dan Gapoktan Laksanakan Panen Jagung