Home / Berita utama / Hukrim / KPK / News / TNI POLRI

Selasa, 19 Maret 2024 - 14:29 WIB

Tinjau Banjir Jepara dan Demak, Nana Minta Tanggul Sungai Dievaluasi

Tinjau Banjir Jepara dan Demak, Nana Minta Tanggul Sungai Dievaluasi

Tinjau Banjir Jepara dan Demak, Nana Minta Tanggul Sungai Dievaluasi

 

DEMAK |mediakpk.com| Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, meninjau lokasi banjir di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak, Senin (18/3/2024).

Tinjauan ke lokasi tersebut dilakukan bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Komisi VIII DPR.

Saat di Demak, Nana bersama rombongan mengecek langsung kondisi tanggul Sungai Wulan yang jebol. Banjir di daerah tersebut masih ada yang lebih dari satu meter. Ini merupakan kejadian banjir kedua di tempat yang sama. Bahkan, banjir kali ini juga merambah ke Kabupaten Kudus.

Nana mengatakan, penanganan atas kejadian banjir baik di Demak maupun Jepara sudah dilakukan, dengan mengevakuasi pengungsi.

“Tempat evakuasi di Demak dan Kudus ada sekitar puluhan tempat pengungsian,” ujarnya.

Nana membeberkan, setiap terjadi bencana, langkah pertama yang selalu dilakukan adalah mengevakuasi masyarakat. Hal itu yang dilakukan terhadap warga terdampak, baik di Jepara maupun di Demak.

Ditambahkan, Pemprov Jateng bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri dan instansi lainnya, juga sudah menyiapkan berbagai pelayanan untuk pengungsi. Mulai dapur umum, posko kesehatan, logistik, dan semua kebutuhan dasar masyarakat.

“Di sini masyarakat juga sudah banyak yang kembali ke rumah, karena sudah surut. Tanggul juga akan ditutup dalam waktu dua hari,” jelasnya.

Menurut Nana, seluruh tanggul sungai yang ada di Jawa Tengah perlu dievaluasi. Hal itu sebagai langkah antisipasi tanggul jebol, akibat tidak kuat menahan debit air yang tinggi. Sebab, berdasarkan data kejadian banjir dalam 10 hari terakhir di Jawa Tengah, salah satu penyebabnya adalah jebolnya tanggul sungai atau bendungan. Misalnya kejadian di Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Demak, dan Jepara.

“Tanggul-tanggul yang ada akan dievaluasi, dan secara bertahap akan melakukan perbaikan,” katanya.

Disampaikan, evaluasi itu perlu dilakukan, mengingat berdasarkan informasi BMKG, cuaca di Jawa Tengah selama sepekan ke depan masih berpotensi hujan ekstrem. Karenanya, tanggul sungai perlu diperkuat.

Selain evaluasi tanggul-tanggul, imbuhnya, langkah lain adalah teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang saat ini sudah dilakukan, sampai lokasi banjir benar-benar surut atau tanggul selesai ditutup.

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, banjir di Jepara, dan di Karanganyar Demak, sama-sama disebabkan oleh jebolnya tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Wulan.

Kejadian di Demak ini, tambahnya, menjadi perhatian serius karena melumpuhkan Jalur Pantura.

“Kita sudah punya pengalaman langsung menangani banjir serupa di tempat yang sama. Cuma, karena debit air lebih tinggi, sehingga terkesan yang terdampak lebih luas,” jelas Suharyanto.

Ia akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, untuk memperbaiki tanggul-tanggul sungai. Jangan sampai ada lagi tanggul yang tidak kuat, sehingga tidak mampu menahan debit air sungai yang tinggi.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Berhasil Amankan Bandit Jalanan Diantaranya Spesialis Curanmor dan Residivis Jambret

Berita utama

Guru Besar HTN Prof. Juanda: Putusan MK 114/PUU-XXIII/2025 Berlaku Non-Retroaktif

Berita utama

Patroli SREG Polres Nganjuk Cegah Kejahatan Jalanan

Berita utama

PKK DISTRIK MOISEGEN TAMPILKAN AKSI MEMUKAU DALAM LOMBA GERAK JALAN INDAH HUT RI KE-80

Berita utama

Penuh Keakraban, Babinsa Koramil Muara Uya-Jaro Panen Padi Bersama Petani Desa Nalui

Berita utama

Bantuan Hibah Sanitasi Sebesar Rp400 Juta untuk 30 KPM di Desa Lumeneng, Baru Pencairan Tahap Pertama

Berita utama

Tingkatkan Kemampuan Personel, Polresta Banyuwangi Gelar Latihan Fungsi Tehnis Satpolairud

Berita utama

TNI-Polri Bantu Evakuasi Korban Banjir 1,5 Meter yang Mau Cuci Darah