Home / Berita utama / Nasional / POLRI

Rabu, 4 November 2026 - 10:47 WIB

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat melakukan audiensi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk membahas integrasi satu peta dan satu data agraria nasional di Jakarta.

Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat melakukan audiensi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk membahas integrasi satu peta dan satu data agraria nasional di Jakarta.

Mediakpk.com Jakarta – Masyarakat yang menghadapi persoalan tanah membutuhkan kepastian, bukan proses pengaduan berulang tanpa kejelasan. Data yang tersebar dan belum terintegrasi antarlembaga menyulitkan penelusuran kasus, memperlambat koordinasi, dan memicu pencatatan laporan ganda.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) mendorong integrasi satu peta dan satu data agraria nasional. Langkah ini dibahas dalam audiensi Kepala BRAN, Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Rachmat Pambudy mendukung penguatan koordinasi lintas kementerian oleh BRAN. Ia menyoroti tantangan Indonesia dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia namun luas daratan di peringkat ke-16. Kondisi ini menuntut tata kelola tanah yang terintegrasi demi melindungi hak masyarakat.

Kepala Pusdatin Bappenas, Agung M. H. Dorodjatoen, menyebut pengaduan konflik agraria kerap masuk ke beberapa kanal sekaligus, sehingga rawan tercatat berulang.

BRAN pun mendorong integrasi data penguasaan tanah, objek/subjek reforma agraria, aduan, hingga peta konflik.

Melalui basis data terhubung, pemerintah bisa memetakan lokasi konflik, pihak terlibat, objek tanah, dan status kasus secara transparan. Bagi warga, hal ini memangkas birokrasi dan memberi kepastian tindak lanjut.

BRAN kini tengah menyusun Perpres Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang ditargetkan rampung dalam 100 hari pertama. Struktur ini mencakup tiga deputi: Perencanaan Strategis; Pencegahan dan Penyelesaian Konflik; serta Penataan Aset dan Akses.

BRAN juga menyiapkan lima Koordinator Wilayah (Korwil) untuk mempercepat penanganan kasus di daerah.

Kepala BRAN,Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menekankan, reforma agraria harus berjalan beriringan dengan pembukaan akses ekonomi agar tanah menjadi produktif.

Salah satu agenda utama adalah mengoordinasikan redistribusi 23.000 hektare tanah oleh Badan Bank Tanah pada 2027 agar tepat sasaran dan terintegrasi dengan program pertanian, modal, serta pendampingan usaha.

Bappenas turut mengingatkan pentingnya menyelaraskan pengalihan fungsi dari Kementerian ATR/BPN ke BRAN dengan penyesuaian anggaran.

Kepala BRAN berharap dukungan Bappenas dalam perencanaan anggaran TA 2027 untuk memperkuat operasional, SDM, dan sistem informasi kelembagaan demi mewujudkan tata kelola agraria yang berpihak pada rakyat.

( m rosid)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Patuh di Jalan, Selamat Sampai Tujuan: Polrestabes Surabaya Gelar Operasi Patuh Semeru 2026

Berita utama

Sertifikasi Penyidik dan Pembantu Penyidik POLDA JATIM Meningkatkan Profesionalisme PRESISI

Berita utama

Polres Sumenep Amankan Tersangka Pengedar Sabu di Talango

Berita utama

Kapolda Jatim Serahkan Medali Untuk Para Juara Tour de Panderman di Kota Batu

Berita utama

70 Polisi Satwa Ikuti Rakernis Ditpolsatwa, di Pasuruan

Berita utama

Pastikan Tak Ada Judi Online di Ponorogo, Polisi Sosialisasi Melalui Patroli Dialogis

Berita utama

TMMD dan Warga Mantuil Gelar Upacara Bendera Sambut HUT Ke-80 RI

Berita utama

Danyon Arhanud 2 Marinir Hadiri Upacara Pembukaan Diksarmil dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch-3 Tahun 2025