SUKABUMI – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong pekerja di sektor industri untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta mengembangkan kemampuan manajerial. Langkah tersebut dinilai penting agar tenaga kerja mampu mengikuti perubahan dunia industri dan memiliki daya saing di tingkat global.
Pesan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).
Menurut Kapolri, perkembangan teknologi, otomasi, hingga kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar terhadap kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut membuat pekerja dituntut tidak berhenti meningkatkan kemampuan agar tetap relevan dengan perkembangan industri.
“Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki. Selain menghadapi persaingan pasar global, sektor tersebut masih menghadapi persoalan ketergantungan terhadap sejumlah bahan baku impor serta tingginya biaya energi dan logistik.
Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing industri nasional.
“Rekan-rekan buruh harus terus meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial agar mampu beradaptasi dan bersaing secara global,” kata Jenderal Sigit.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pekerja, KSPSI AGN juga akan memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Purwakarta yang segera diresmikan. Kapolri berharap fasilitas tersebut dapat menjadi sarana pengembangan keterampilan bagi anggota KSPSI sekaligus mempersiapkan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan dan pelatihan anggota KSPSI, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas sumber daya pekerja,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mencontohkan keberadaan SMK Mitra Industri di Kawasan MM2100, Bekasi, yang dinilai mampu mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, pola pengembangan sumber daya manusia seperti itu dapat menjadi contoh yang diterapkan di kawasan industri lainnya.
Kapolri menegaskan peningkatan kompetensi bukan hanya menjadi tanggung jawab pekerja. Perusahaan juga memiliki peran penting dengan menyediakan kesempatan, fasilitas, dan dukungan bagi buruh untuk mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.
Di sisi lain, para pekerja diharapkan terus membangun budaya kerja yang disiplin, produktif, dan inovatif. Peningkatan kualitas tenaga kerja diyakini dapat memperkuat produktivitas perusahaan sekaligus membuka peluang bagi pekerja untuk berkembang ke posisi manajerial maupun jabatan strategis.
Kapolri menilai peningkatan kompetensi juga memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan pekerja. Tenaga kerja yang semakin profesional dan memiliki keterampilan tinggi akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan perusahaan dan penguatan daya saing industri nasional.
“Perusahaan juga harus memberikan ruang dan dukungan bagi peningkatan kompetensi pekerja, sekaligus terus tumbuh dan berkembang, memenuhi hak-hak pekerja, serta menempatkan pekerja sebagai mitra dan aset penting perusahaan,” pungkas Kapolri.
(m rosid)








