MANGGARAI, NTT MEDIAKPK.COM – Dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan Korps Brimob Polri. Tak hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan dan kesiapsiagaan personel, Brimob juga menghadirkan dukungan teknologi komunikasi bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.
Melalui Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Korbrimob, akses internet gratis dipasang di Posko Pengungsian Barangkolong, Kabupaten Manggarai, Senin (31/8/2026) pagi.
Pemasangan perangkat WONTECH tersebut dimulai sekitar pukul 08.20 WITA. Fasilitas jaringan internet disiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional petugas sekaligus memberikan akses komunikasi kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 perangkat telah berhasil tersambung dengan jaringan internet yang tersedia di lokasi.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi penting, maupun menjalankan kebutuhan lainnya selama berada di pengungsian.
Bagi petugas yang berada di lapangan, keberadaan jaringan internet juga menjadi bagian penting dalam menunjang komunikasi serta koordinasi selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana berlangsung.
Di sisi lain, kesiapan personel pencarian dan pertolongan Korps Brimob juga terus dijaga. Pada waktu yang sama, Satgas SAR Korps Brimob menggelar apel pagi di Posko Ronting, Desa Satarkampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Apel tersebut dipimpin Dansatgas SAR Korps Brimob Kombes Pol. Muh. Hasripuddin. Kegiatan menjadi sarana untuk memastikan kondisi personel sekaligus mematangkan kesiapan sebelum menjalankan tugas pelayanan dan penanganan dampak bencana.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan kekuatan personel di lapangan, tetapi juga dukungan sarana komunikasi yang memadai.
Dengan menggabungkan kesiapsiagaan personel SAR dan pemanfaatan teknologi informasi, Korps Brimob Polri berupaya memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa tetap berjalan, termasuk membantu warga mendapatkan akses komunikasi selama berada di lokasi pengungsian.
(M Rosid)








