Home / Berita utama / News / POLRI

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:44 WIB

STIK Lemdiklat Polri Dorong Warga Jadi Garda Terdepan Deteksi Gangguan Kamtibmas

STIK Lemdiklat Polri Dorong Warga Jadi Garda Terdepan Deteksi Gangguan Kamtibmas

STIK Lemdiklat Polri Dorong Warga Jadi Garda Terdepan Deteksi Gangguan Kamtibmas

PALEMBANG MEDIAKPK.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu langkah yang dilakukan melalui program pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana deteksi dini.

Program bertajuk “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas” tersebut digelar pada 25–28 Agustus 2026 di sejumlah wilayah Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kegiatan itu menyasar peningkatan kemampuan masyarakat serta para pemangku kepentingan dalam mengenali dan merespons potensi gangguan kamtibmas. Salah satu perhatian utama adalah menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen. Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., mengatakan program STIK Mengabdi menjadi bagian dari upaya membawa ilmu kepolisian agar dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat.

“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat,” kata Eko dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena terdapat kawasan hutan dan lahan yang memiliki potensi kerawanan karhutla. Dampaknya pun tidak sebatas persoalan lingkungan, tetapi dapat merembet pada kesehatan, keselamatan warga, kegiatan ekonomi, transportasi hingga stabilitas kamtibmas.

Melalui kegiatan tersebut, STIK memperkenalkan penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila masyarakat menemukan tanda-tanda atau potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Eko, masyarakat memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Dengan kemampuan deteksi dan pelaporan yang baik, potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

STIK juga memberikan edukasi kepada sejumlah unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut dilakukan karena pencegahan gangguan kamtibmas membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu membangun kesadaran risiko, memperkuat jejaring komunikasi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta melaporkan potensi gangguan sejak dini,” jelas Eko.

Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen STIK, yakni Pembina Utama Madya Prof. Lindrianasari, SE., M.Si., Akt., Guru Besar STIK; KBP. Dr. Yudhi Hery Setiawan, SIK., M.Si., Dosen Utama STIK; KBP. Erick Hermawan, SIK., M.H., Analis Kebijakan Madya STIK; serta Pembina Rahmadsyah Lubis, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran para akademisi STIK tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan kepolisian dengan kebutuhan nyata di lapangan, terutama dalam hal edukasi, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas deteksi dini.

Ke depan, STIK berharap pola pengabdian berbasis komunitas digital tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

(M Rosid)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Perkuat Budaya Anti Korupsi Lewat Pelatihan Integritas dan Tata Nilai

Berita utama

Walubi Jatim Siap Berkolaborasi dengan Polda Jatim Gelar Bhakti Sosial

Berita utama

Lapas Kelas IIA Warungkiara Gelar Pembukaan Pelatihan Teknik Las Listrik bagi Warga Binaan

Berita utama

Gubernur Jawa Timur Lepas Bus 102 Keberangkatan Mudik Gratis 2025 Depan Kantor Dishub

Berita utama

Sinergitas Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polresta Banyuwangi Optimalkan Patroli

Berita utama

Satgas Saber Dikerahkan Jelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026, Kabareskrim: Negara Hadir Jaga Harga dan Mutu Pangan

Berita utama

Muhammad Tahir, SH sebagai Penasihat hukum dari YN sangat heran dan menyayangkan proses hukum dari pihak Kepolisian CQ. Polsek Pakal

Berita utama

Cooling System, Polda Jatim Gelar Sarasehan bersama Media Wujudkan Pilkada 2024 Damai