Home / Berita utama / News / POLRI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Polri Berikan Konseling, Trauma Healing bagi Korban Gempa di Manggarai Barat

Polri Berikan Konseling, Trauma Healing bagi Korban Gempa di Manggarai Barat

Polri Berikan Konseling, Trauma Healing bagi Korban Gempa di Manggarai Barat

Mediakpk.com Labuan Bajo — Kepolisian terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan dan konseling terhadap korban gempa yang saat ini menempati tempat tinggal sementara di Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.45 Wita tersebut dipimpin langsung Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., bersama Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M.

Kedua korban merupakan warga Kampung Sambi Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi terjadi.

Korban tersebut yakni Martina Nina (76), yang mengalami patah tulang belakang, serta Margareta Mandarin (5), yang mengalami patah tulang pada tangan sebelah kiri. Keduanya sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Dampek menuju RSUD Pratama Komodo menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan konseling dan trauma healing kepada korban, khususnya untuk membantu mengurangi dampak psikologis akibat pengalaman bencana yang dialami.

Pendampingan dilakukan dengan memberikan penguatan, membangun rasa aman dan nyaman, serta memberikan motivasi agar korban dan keluarga tetap memiliki semangat dalam menghadapi situasi pascabencana.

Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril dan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi pascabencana. Polri hadir untuk memberikan pendampingan, rasa aman, sekaligus dukungan moril agar korban dapat melalui masa pemulihan dengan lebih kuat,” ujar Ipda Adhar.»

Sementara itu, Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., mengatakan trauma healing diberikan sebagai bagian dari upaya membantu korban, terutama anak-anak, dalam mengelola rasa takut dan trauma setelah mengalami bencana.

“Pendampingan psikologis ini kami lakukan untuk membantu korban merasa lebih aman, nyaman, dan mendapatkan penguatan setelah mengalami peristiwa gempa. Kami berharap dukungan ini dapat membantu proses pemulihan psikologis korban secara bertahap,” ungkap Ipda Putri.»

Selain memberikan konseling dan trauma healing, tim juga menyerahkan bantuan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan kunjungan dan konseling tersebut berlangsung hingga pukul 16.15 Wita. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

( m rosid)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Jalin Keakraban, Anggota Koramil 1208-03/Tebas, Laksanakan Komsos Bersama Petani Jagung

Berita utama

Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap Peredaran Okerbaya, Tersangka Pengedar Diamankan

Berita utama

Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan Ikuti Apel Gabungan di Kantor Camat Pandawan

Berita utama

Densus 88 AT Polri Tangkap Tiga Terduga Teroris Anshor Daulah Jateng

Berita utama

PWMOI SOROTI BEBERAPA UKW, BEBERAPA ORANG OKNUM PENGURUS PWI PUSAT DIDUGA SELEWENGKAN DANA HIBAH KEMENTRIAN BUMN Rp.2 MILYAR

Berita utama

Ops Ketupat Semeru 2025 Polda Jatim Pantau Arus Mudik Lebaran Melalui Aplikasi Mahameru Quick Response

Berita utama

Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Jatim Kembali Beri Penghargaan Anggota Berprestasi

Berita utama

Ditlantas PMJ Lakukan Penyisiran Ranjau Paku, Amankan Perjalanan Pemimpin Gereja Katolik Dunia