Home / Berita utama / Daerah / POLRI / TAG

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Refleksi Hari Pramuka, Irjen Pol Susilo Ingatkan Pentingnya Menjaga Jiwa Kepramukaan Untuk Energi Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Peringatan Hari Pramuka setiap tanggal 14 Agustus harus menjadi momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai karakter seperti kemandirian dan gotong royong tetap tertanam di tengah generasi digital, bukan sekadar seremonial.

Di era modern, Pramuka dituntut bertransformasi dari sekadar scout in the forest menjadi scout in the digital society sebagai energi masa depan bangsa.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Irjen Pol.(Purn) Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si yang juga sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pusat Studi Kepolisian dan Dosen Kepolisian Utama di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, dalam refleksi menyambut Hari Pramuka, Kamis, (13/8/2026).

Susilo Teguh Raharjo menekankan, peringatan hari lahir Pramuka dinilai tidak cukup hanya diisi upacara, seragam, baris-berbaris atau perkemahan.

Menurutnya, ada hal yang lebih penting dari peringatan Hari Pramuka adalah memastikan nilai kepramukaan benar-benar hidup dalam karakter generasi muda.

“Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka. melainkan harus bertransformasi dari scout in the forest menjadi scout in the digital society guna mencetak pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Susilo Teguh Raharjo.

Kasatgas Pusat Studi Kepolisian dan Dosen Kepolisian Utama di STIK-PTIK Lemdiklat Polri tersebut menegaskan, lebih dari sekadar mengenakan seragam, esensi kepramukaan terletak pada pembentukan manusia berkarakter yang tangguh, jujur, dan peduli.

Susilo mengatakan, secara kelembagaan, Pramuka jelas masih ada dan memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, memberikan arah yang sangat jelas.

Gerakan Pramuka bertujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup, serta mampu menjadi kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pramuka bukan tentang seragam,bukan tentang tepuk pramuka dan tepuk tangan,bukan tentang baris-berbaris, tentang tali temali, bukan pula sekadar tentang berkemah, namun Pramuka adalah bagian dari proses membentuk manusia yang berkarakter bagi Bangsa Indonesia,” tutur Susilo.

Ia kembali mengingatkan agar semangat menjaga tradisi memperingati Hari Pramuka tidak justru membuat nilai pendidikan kepramukaan kehilangan relevansi.

“Jangan sampai kita sibuk menjaga seragam dan seremoninya, tetapi kehilangan jiwanya. Jangan sampai kita mempertahankan ritualnya, tetapi melupakan nilai pendidikannya. Jangan sampai kita setiap tahun merayakan Hari Pramuka, tetapi lupa menanyakan apakah semangat kepramukaan masih hidup dalam kehidupan dan keseharian kita,” ungkapnya.

Secara historis, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka karena pada tanggal tersebut pada 1961 Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat dan Panji Gerakan Pramuka dianugerahkan.

“Jika api itu masih ada, mari kita besarkan. Jika mulai redup, mari kita terangkan. Dan jika hampir padam, mari kita gelorakan,” pungkas Susilo. (
m rosid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Kapolda Jawa Timur Ajak Masyarakat Jogo Jatim Aman, Tentrem, Makmur, Tertib dan Raharja

Berita utama

Perkemahan KKRI Kodim 1002/HST Jadi Wadah Pembinaan Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar

Berita utama

Tinjau Dapur SPPG Polda Sulteng, Menteri Hukum Puji Standar Kualitas Layak Jadi Contoh

Berita utama

Polres Malang Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Kalipare

Berita utama

Temuan SPJ Fiktif 4,8 Miliar, PSI Pasaman Minta Usut dan Beri Sanksi Hukum Tegas Anggota DPRD Pasaman

Berita utama

Polres Lumajang Dampingi Anak-anak Pengungsi Semeru: Beri Hiburan dan Pulihkan Trauma

Berita utama

Maksimalkan Peran Polisi RW, Polresta Malang Kota Perkuat Siskamling

Berita utama

Satgas TMMD ke-125 Kodim 1007/Banjarmasin Lanjutkan Pembangunan MCK di Kuin Kecil