PATI, Mediakpk.com- Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi Sentul, Desa Mantingan Tengah, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, senilai Rp195.000.000, menjadi sorotan Tim Investigasi Mediakpk.com pada Senin (3/8/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah tim menemukan dua hal yang dinilai perlu mendapat perhatian, yakni dugaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis serta adanya perbedaan keterangan dari sejumlah pihak mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan pelaksanaan proyek.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut dilaksanakan oleh P3A Sedyo Rukun Mantingan Tengah dengan sumber anggaran Tahun 2026.
Saat melakukan penelusuran di lokasi, Tim Mediakpk.com memperoleh keterangan dari pekerja yang menyebut proyek tersebut diborong atau dikerjakan oleh seseorang bernama Ari, yang disebut sebagai pegawai PU.
Untuk memastikan informasi tersebut, tim kemudian mendatangi suami Kepala Desa Mantingan Tengah.
Dalam keterangannya, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, menurut pengetahuannya, proyek tersebut justru dipegang oleh istrinya yang merupakan Kepala Desa Mantingan Tengah.
”Nek ngertiku ya… proyek iki buke,” ujarnya kepada Tim Mediakpk.com.
Ia juga menyarankan agar tim menemui langsung Kepala Desa agar persoalan tersebut menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Tim kemudian melakukan klarifikasi kepada Kepala Desa Mantingan Tengah.
Dalam wawancara tersebut, Kepala Desa membantah bahwa Ari merupakan pemborong proyek.
”Ora tau Ari memborong. Ari ora duwe CV, ora duwe opo-opo. Ari tidak ada urusan proyek,” tegasnya.
Namun, penelusuran belum berhenti di situ.
Tim Mediakpk.com kembali memperoleh keterangan dari salah satu orang kepercayaan Kepala Desa yang berada di sekitar lokasi proyek. Dalam percakapan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa menurut pengetahuannya proyek tersebut memang dipegang oleh Kepala Desa sendiri.
Perbedaan keterangan antara pekerja di lapangan, suami Kepala Desa, Kepala Desa, hingga orang yang berada di sekitar pelaksanaan proyek menjadi temuan yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui siapa yang sebenarnya memiliki peran dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Selain itu, dari hasil pengamatan lapangan, Tim Mediakpk.com juga menemukan dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Temuan tersebut masih akan didalami melalui penelusuran lanjutan, termasuk meminta pendapat pihak yang berkompeten di bidang teknis.
Sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan, Mediakpk.com masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Satker Operasi SDA Pemali Juana, P3A Sedyo Rukun Mantingan Tengah, serta pihak-pihak terkait lainnya agar dapat memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Tim Investigasi Mediakpk.com akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan hasil investigasi serta konfirmasi dari seluruh pihak terkait. Bersambung…………..???








