Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:58 WIB

Polsek Kenjeran Amankan Pelaku Penipuan QRIS Palsu dengan Modus AI

SURABAYA – Perkembangan teknologi bisa berdampak positif, namun juga bisa dijadikan alat untuk berbuat kejahatan. Ini yang dilakukan tersangka AY, 25, warga Kutai, Kalimantan Timur. Ia menipu pemilk toko di Bulak Banteng Wetan, Surabaya. Modusnya, ia menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat bukti QRIS palsu.

 

Tersangka AY menipu karyawan toko dengan menunjukkan QRIS palsu tersebut saat transaksi tarik tunai di toko. Hal ini bahkan terjadi lima kali dengan total kerugian yang diderita korban In, 25, selaku karyawan toko sebesar Rp 3,390 juta.

 

“Tersangka mengaku empat kali menipu dengan menggunakan bukti QRIS yang sudah diedit menggunakan aplikasi AI bernama Dola,” kata Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Kamis (28/5).

 

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut diketahui saat tersangka datang ke toko Alia di Jalan Bulak Banteng Wetan, Surabaya. Ia bermaksud melakukan tarik tunai. Awalnya, tersangka datang pada 11 Februari 2026, berbekal bukti pembayaran QRIS yang sudah diedit tersebut ia berhasil menggondol uang Rp 370 ribu.

 

Aksi pertamanya berhasil, ia kembali mempersiapkan bukti pembayaran QRIS palsu tersebut dan mengganti tanggal transaksi hingga nominal dan melakukan tarik tunai di toko yang sama pada Mei 2026 lalu. Tercatat, ia melakukan pada 20-22 Mei dengan nominal dua kali Rp 550 ribu dan sekali Rp 720 ribu serta terakhir 600 ribu.

 

“Ia melakukan penarikan uang dua kali pada 22 Mei dengan nominal Rp 550 ribu dan Rp 600 ribu. Terakhir kali ini aksinya sudah ditunggu pemilik toko MNR, 35,” ujarnya.

 

MNR mengetahui tersangka datang langsung menghubungi Polsek Kenjeran. Polisi datang dan langsung menangkap tersangka. Dari hasil penyidikan tersangka baru dua bulan di Surabaya ini. Ia indekos di sekitar lokasi.

 

“Ia pengangguran dan melakukan aksinya ini untuk mencukupi kebutuhannya selama di Surabaya, ” jelasnya.

 

Pihak kepolisian masih menyelidiki lagi kemungkinan tersangka melakukan di toko lain. Pengakuan sementara, ia hanya melakukannya di toko tersebut. “Lima kali di toko yang sama. Namun, kami masih kembangkan kemungkinan TKP lain,” ujarnya. (*)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Kapolrestabes Surabaya Pimpin Upacara Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polrestabes Surabaya

Berita utama

Polres Madiun Kota Salurkan 4 Ton Beras SPHP untuk 4 Desa

Berita utama

Sukseskan Pembukaan Porprov XII Kalimantan Selatan Di Tanah Laut Personel Kodim 1009/Tla Bantu Panitia

Berita utama

Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Uji Materi Terkait Rangkap Jabatan Anggota Polri

Berita utama

Warga Padati Gerai Gerakan Pangan Murah pada Pembukaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 1208/Sambas

Berita utama

Bantuan Logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang Tiba, Pastikan Pelayanan Kepolisian Segera Pulih

Berita utama

Pasi Intel, Kodim 1009/Tla Menghadiri Acara Pelantikan Pengurus HMI Cabang Persiapan Tanah Laut

Berita utama

Anggota Satgas TMMD Ayak Pasir Demi Hasil Plester RTLH yang Berkualitas