Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI

Senin, 18 Mei 2026 - 15:35 WIB

Presiden Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan yang Aman dan Berkesinambungan

Tuban – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keamanan dan keberlangsungan sebuah negara. Dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden menyebut bahwa tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Presiden.

Oleh karenanya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional. Dari kedekatan emosional yang terbentuk saat bergabung dalam organisasi tani, Kepala Negara memahami langsung peran strategis petani dalam kehidupan bangsa.

“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut membagikan pengalamannya semasa menjadi komandan pasukan tempur. Dari pengalaman tersebut, Presiden menilai pangan bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut pertahanan negara.

“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi,” ucap Presiden.

Presiden juga mengenang bagaimana para petani di desa-desa menjadi penopang perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan. Menurut Presiden, dukungan masyarakat melalui bahan makanan sederhana menjadi kekuatan utama bagi tentara dan aparat negara saat itu.

“Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih,” kenang Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan nasional tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi seluruh elemen bangsa. Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penguatan pada sektor pangan.

“Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat,” kata Presiden.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polres Kediri Salurkan Puluhan Karung Semen Dukung Pembangunan Masjid

Berita utama

Babinsa Margomulyo Dampingi Panen Padi, Wujud Nyata Kepedulian TNI terhadap Ketahanan Pangan

Berita utama

Sinergi TNI dan Masyarakat, Pembangunan Jembatan Garuda Berjalan Lancar

Berita utama

Proyek Rehabilitasi Tpi Dadap yang Di kerjakan CV Dua putra Benting Di Duga Tidak bermutu Dari Segi Adukan Cor molen DAN Abaikan K3

Berita utama

Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba, 1 orang Kurir Online Diamankan

Berita utama

Dandim 1008/Tabalong: Momentum Hari Jadi Jadikan Tabalong Semakin Maju dan Sejahtera

Berita utama

Polres Tulungagung Periksa Kesehatan Personel Untuk Layani Pemudik di Operasi Ketupat Semeru 2024

Berita utama

Menteri Perdagangan Apresiasi Polres Pelabuhan Tanjungperak Ungkap Barang Impor Ilegal Senilai 9,8 M