Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / Uncategorized

Senin, 8 Desember 2025 - 20:15 WIB

Sekjen Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Komoditas Pangan di Daerah dengan Lahan Subur

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah dan cabai rawit di beberapa daerah. Pasalnya, tak sedikit dari daerah tersebut merupakan wilayah yang memiliki lahan subur.

Hal itu disampaikan Tomsi pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Inventarisasi Jembatan Pejalan Kaki ke Satuan Pendidikan dan Sarana Publik Lainnya, serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (8/12/2025).

“Kami minta untuk teman-teman daerah atau yang mewakili agar segera mengambil langkah, berkomunikasi dengan daerah-daerah yang bawangnya surplus atau tidak naik sehingga dapat menurunkan harga,” jelas Tomsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, sebanyak 276 daerah mengalami kenaikan harga bawang pada minggu pertama Desember 2025. Kemudian, 261 daerah mengalami kenaikan harga cabai rawit pada periode yang sama. Sementara itu, cabai merah mengalami kenaikan harga di 257 daerah.

Tomsi memaklumi apabila kenaikan tersebut terjadi di daerah-daerah terdampak bencana. Namun, dari daftar daerah yang mengalami kenaikan harga, banyak di antaranya bukanlah daerah terdampak dan justru memiliki lahan yang subur. Karena itu, dirinya mempertanyakan keinginan pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam mengendalikan harga yang terbilang tinggi.

“Ini daerah-daerah subur semua, ini naiknya 200 persen, 100 persen,” ungkapnya.

Ia berharap Pemda sadar dan segera berupaya mengatasi kenaikan harga komoditas pangan. Berdasarkan data Kemendagri per 8 Desember 2025, terdapat 335 daerah yang merencanakan gerakan menanam. Ia mengimbau daerah-daerah tersebut agar memperhatikan jenis komoditas yang ditanam sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Tomsi juga mengimbau daerah agar mendukung berbagai program pemerintah. Termasuk pendataan jembatan pejalan kaki yang rusak dan menghubungkan ke satuan pendidikan maupun pelayanan publik. Dukungan juga perlu diberikan terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari prioritas nasional.

Turut hadir langsung dalam kesempatan itu sejumlah pembicara, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Telisa Aulia Falianty. Sejumlah pembicara lainnya dari kementerian dan lembaga turut bergabung secara virtual. Forum ini juga diikuti oleh jajaran Pemda termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Puspen Kemendagri

Rosid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polda Jatim Masuk Lima Besar Nominator Polda Terbaik Tipe A, di Ajang Kompolnas Award 2025

Berita utama

FH UNISSULA LAUNCHING PUSAT STUDI KEPOLISIAN, WAKAPOLRI: DORONG RISET STRATEGIS DAN RUJUKAN KEBIJAKAN NASIONAL

Berita utama

Mabes Polri Dampingi Kementerian Tingkatkan Penerimaan Negara

Berita utama

Kapolda Jatim Berikan Arahan Strategis kepada Personel Polres Tuban, Tekankan Profesionalisme dan Inovasi dalam Pelayanan

Berita utama

Beraksi di 4 TKP, Spesialis Maling TV Hotel Reddoors antarkota akhirnya ditangkap Polsek Genteng

Berita utama

Polsek Asemrowo Amankan Residivis Pencuri Kompor di Greges Jaya

Berita utama

Peduli Lingkungan, Polres Probolinggo Tanam Puluhan Pohon Kado Hari Bhayangkara ke – 80

Berita utama

TNI dan Warga Haruyan Bergotong Royong Bersihkan Selokan Demi Cegah Banjir