Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI / Uncategorized

Jumat, 9 Mei 2025 - 07:40 WIB

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

 

SURABAYA – Musyawarah Nasional (Munas) ke VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) resmi dimulai pada Kamis (8/5/2025) kemarin di Grand City Convention Hall Surabaya.

Acara ini dihadiri oleh 98 wali kota dari seluruh penjuru Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

Pembukaan Munas berlangsung meriah. Momen ini ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Tambur oleh Wamendagri bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, serta Direktur Eksekutif Apeksi.

Kegiatan yang berlangsung 6-10 Mei 2025 di Surabaya dengan mengusung tema Dari APEKSI Untuk Negeri.

Dalam acara giat APEKSI 2025 ini, di iringi tari remo yakni aikon Jawa Timur, menurut keterangan sejarah, Awalnya, Tari Remo digunakan sebagai tarian pembuka pertunjukan Ludruk di Surabaya, kemudian dikenal sebagai “Reyoge Cak Mo” karena kesamaan gaya dengan Reog Ponorogo. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi seni yang berdiri sendiri dan ditampilkan dalam berbagai acara, mulai dari upacara adat hingga acara resmi pemerintahan.

Keindahan tari remo, tidak hanya kesan tegas pada ekspresi para penari tetapi juga keselarasan penggunaan selendang, gerak tangan, hentakan kaki, dan gelengan kepala seiring iringan musik gamelan. Dalam pola latihan anak-anak diajarkan kekuatan kaki dan tangan.

Pola lantai yang digunakan dalam tari Remo adalah pola garis lurus. Pola ini memberikan kesan kuat dan sederhana, sesuai dengan gerakan maskulin yang menggambarkan pangeran gagah berani. Garis lurus ini juga berfungsi untuk menempatkan dan membentuk kesatuan antar penari.

Pola lantai ini berfungsi untuk menempatkan dan membentuk kesatuan antar penari, serta memungkinkan mereka bergerak lebih leluasa.

Pola lantai dalam tari dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu garis lurus (vertikal, horizontal, diagonal), dan garis melengkung. Pola lantai ini menentukan posisi penari dan membentuk komposisi yang indah dan dinamis dan sikap tubuh yang tegap dengan gerakan kaki yang rancak dan dinamis ditampilkan oleh anak-anak, merupakan bukti bahwa tari remo sudah ternam dalam sanubari masyarakat Jawa Timur.

Dalam patauan awak media ikut hadir Zahida Qolby Nadhiva bersekolah di SDN Perak Barat 4 dari Sanggar Tari Putra Bima Respati Surabaya – Jawa Timur. Rosid

Share :

Baca Juga

Berita utama

NU Care-LAZISNU Kabupaten Tangerang Dan DPC KAI Kabupaten Tangerang Jalin Sinergi Sosial untuk Umat

Berita utama

Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Berita utama

Pesta Kembang Api Berujung Maut di Pangorayan, Polisi Amankan 8 Tersangka

Berita utama

Pesta Narkoba di Kunti Surabaya Digerebek: Bandar Sabu dan 7 Pemakai Dibekuk

Berita utama

Operasi Merdeka Jaya 2025 Berjalan Lancar, Lalu Lintas Kembali Normal Usai Perayaan HUT RI

Berita utama

Suasana Meriah Nobar Piala Dunia 2026, Kodim 1008/Tabalong Pererat Kebersamaan Prajurit dan Masyarakat

Berita utama

Polda Jatim Ungkap Ratusan Pelaku Aksi Anarkis di 10 Kota, Kerugian Capai Rp 256 Miliar

Berita utama

TNI Manunggal dengan Rakyat: Babinsa Bantu Angkut Pasir untuk TMMD