Home / Berita utama / Daerah / Home / Hukrim / Nasional / News

Senin, 5 Agustus 2024 - 12:13 WIB

Puskesmas Pancur Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien

Puskesmas Pancur Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien

Puskesmas Pancur Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien

 

Rembang |mediakpk.com| Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan berbagai inisiatif, termasuk peningkatan penyembuhan pasien. Salah satu inovasi terbaru datang dari Puskesmas Pancur, yang meluncurkan program Si Pacar TB pada Januari 2023. Program ini bertujuan untuk mengurangi kasus keterlambatan dan lupa minum obat pada pasien Tuberkulosis (TB) paru.

Kepala Puskesmas Pancur, dr. Samsul Anwar, mengungkapkan bahwa angka kematian pasien TBC di Indonesia masih tinggi, dengan sekitar 50 persen kematian infeksi pada tahun 2022 disebabkan oleh TBC. Kasus TB dengan resistensi obat juga ditemukan di Puskesmas Pancur akibat rendahnya kepatuhan pasien dalam meminum obat.

“Inovasi Si Pacar TB merupakan sistem peningkatan layanan kepatuhan minum obat bagi pasien TB paru, sehingga masalah ketidakpatuhan bisa ditekan,” ujar dr. Samsul Anwar.

Pengobatan TB memerlukan waktu sekitar enam bulan, dan harus dilakukan secara rutin tanpa terputus. Jika pasien terlambat dua hari saja, mereka harus mengulang seluruh program pengobatan dari awal. Oleh karena itu, Si Pacar TB dirancang untuk membantu pasien mengingat jadwal minum obat dengan mengirimkan alarm melalui aplikasi WhatsApp setiap hari, sesuai jadwal yang ditentukan oleh petugas kefarmasian.

Selain itu, pasien juga dapat berkonsultasi secara online melalui program ini, sehingga tidak perlu datang langsung ke puskesmas jika mengalami kendala dalam penggunaan obat.

Ada dua tipe pasien TB, yaitu mereka yang memiliki Pengawas Minum Obat (PMO) dan yang tidak. “Pasien PMO lebih dianjurkan agar ada yang mengawasi mereka dalam meminum obat,” tambah dr. Samsul Anwar. Si Pacar TB juga berperan dalam membantu PMO mengingatkan jadwal minum obat dan menyediakan layanan konsultasi online.

Inovasi ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Menurut Apoteker Puskesmas Pancur, Choirul Anik Nuryati, S.Farm., Apt., tingkat kesembuhan pasien TB yang sensitif terhadap obat meningkat dari 47,3 persen menjadi 92 persen sejak peluncuran program. Hingga kini, sudah 74 pasien yang terlayani oleh Si Pacar TB sejak Januari 2023.

“Dengan program ini, kami berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang maksimal dan meningkatkan tingkat kesembuhan pasien TB paru,” pungkas dr. Samsul Anwar.

(hms/syfdn)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Jelang Pilkada 2024 Kapolres Ngawi Silaturahmi ke Tokoh Agama Bangun Sinergitas Untuk Kamtibmas

Berita utama

Innalilahi Wainnailaihirojiun” Diduga Bersenggolan, Pengendara Warga Tambak Asri Meregang Nyawa

Berita utama

Polri Tangkap Kembali DPO Kasus Judi Online W88 di Filipina

Berita utama

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Jawa Timur dan Jawa Barat, Sita 16.400 Liter Solar Ilegal

Berita utama

Dansatgas Yonif 611/Awang Long Sumbangkan Darah, Sambut Hari Bhayangkara

Berita utama

Staf MIO Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL Mengikuti MIO Meeting.

Berita utama

Pembinaan Karakter Pada Generasi Muda Koramil 02/Sejangkung Hadiri Penyuluhan Dampak Kenakalan Remaja Bagi Anak Usia Dini

Berita utama

Polda Jatim Gelar TFG Pengamanan Pilkada 2024