MOJOKERTO MEDIAKPK.COM – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi di bidang keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Salah satunya dengan mengembangkan Pos Polisi Kenanten menjadi pos terpadu yang ramah bagi pengemudi ojek online (ojol).
Pos yang berada di kawasan Simpang Lima Kenanten tersebut kini dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 70 persen. Nantinya, fasilitas itu tidak sekadar menjadi tempat petugas menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menyediakan ruang singgah bagi pengemudi ojol serta fasilitas penanganan kondisi darurat.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, pengembangan Pos Kenanten berangkat dari kebutuhan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol dan angkutan konvensional yang membutuhkan tempat beristirahat maupun menunggu penumpang secara aman dan tertib.
Menurutnya, keberadaan tempat singgah yang representatif diharapkan dapat mengurangi aktivitas mangkal di bahu jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kami fokus mengembangkan pos lalu lintas ini menjadi stasiun terpadu yang memikirkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata AKBP Andi, Senin (31/8/2026).
Konsep baru tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari ruang istirahat, toilet hingga jaringan WiFi gratis. Dengan fasilitas itu, pengemudi ojol memiliki ruang yang lebih layak ketika menunggu order atau beristirahat.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari komunitas ojol. Margono dari Shopee dan Dony dari Grab Mojokerto Community menyambut baik fasilitas yang disiapkan kepolisian tersebut.
Tidak hanya mengedepankan kenyamanan, Polres Mojokerto juga memasukkan unsur keselamatan dan pertolongan medis dalam konsep Pos Kenanten. Hal itu tidak lepas dari kondisi Simpang Lima Kenanten yang menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian dalam aspek keselamatan lalu lintas.
Polres Mojokerto menyiapkan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), termasuk penanganan awal terhadap kondisi yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pernapasan.
Pelatihan tersebut nantinya tidak hanya diberikan kepada personel kepolisian. Para pengemudi ojol juga direncanakan mendapatkan pembekalan agar mampu memberikan pertolongan awal ketika menemukan korban kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapat penanganan tenaga medis.
Untuk menunjang penanganan tersebut, Pos Kenanten akan dilengkapi peralatan medis yang dapat digunakan dalam situasi kegawatdaruratan.
Di sektor lalu lintas, perhatian juga diarahkan pada kepadatan kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut. Berdasarkan catatan yang ada, sekitar 300 unit truk melintasi jalur itu setiap harinya.
Karena itu, Polres Mojokerto bersama instansi terkait tengah menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas. Evaluasi rambu-rambu, penataan drop zone, hingga kajian pembangunan flyover menjadi bagian dari pembahasan untuk mengurai potensi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kasi Pengendalian UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Akhmad Yazid, mengatakan rekomendasi dan hasil evaluasi dari lapangan akan dibawa ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurut dia, kondisi jalan di sisi utara yang relatif sempit dan menurun menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam penataan kawasan Kenanten.
Dengan konsep tersebut, Pos Polisi Kenanten diharapkan berkembang menjadi model pos terpadu yang menggabungkan pelayanan kepolisian, kenyamanan masyarakat, edukasi keselamatan serta respons awal terhadap keadaan darurat.
Langkah itu sekaligus menjadi bentuk pendekatan pelayanan Polri yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di ruang publik.
M.ROSIT








