Mediakpk.com Pati – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi Sentul, Desa Mantingan Tengah, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, dengan nilai anggaran Rp195.000.000, menjadi sorotan Tim Investigasi Mediakpk.com, Jumat (14/8/26).
Selain adanya dugaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, investigasi di lapangan juga menemukan adanya perbedaan keterangan dari sejumlah narasumber terkait siapa yang mengendalikan proyek tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh P3A Sedyo Rukun Mantingan Tengah dengan sumber anggaran Tahun 2026.
Saat melakukan penelusuran di lokasi proyek, Tim Mediakpk.com sebelumnya memperoleh informasi dari pekerja bahwa proyek tersebut disebut-sebut dikerjakan atau diborong oleh seseorang bernama Ari.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim kemudian melakukan klarifikasi kepada suami Kepala Desa Mantingan Tengah.
Dalam keterangannya, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun ia menyampaikan bahwa menurut pengetahuannya, proyek tersebut justru dipegang oleh “Bu e” atau ibu (Kepala Desa), bukan Ari.
”Nek ngertiku ya… proyek iki buke,” ujarnya dalam percakapan dengan tim.
Ia juga mengajak tim untuk menemui langsung Kepala Desa agar persoalan tersebut menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Selanjutnya Tim Mediakpk.com menemui Kepala Desa Mantingan Tengah untuk meminta klarifikasi.
Dalam wawancara tersebut, Kepala Desa membantah bahwa Ari merupakan pemborong proyek.
Menurutnya, Ari hanya pernah dipercaya membantu mengawasi pekerjaan dan membayarkan upah pekerja menggunakan uang yang diberikan oleh dirinya.
”Ora tau Ari memborong. Ari ora duwe CV, ora duwe opo-opo. Ari mung tak kongkon njupuk dhuwit lan mbayari tukang,” jelasnya.
Namun, pernyataan lain dari orang kepercayaan Kepala Desa yang turut ditemui Tim Mediakpk.com kembali memunculkan keterangan berbeda.
Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan bahwa menurut pengetahuannya proyek tersebut memang dipegang oleh “Bu e”.
”Nek ngertiku ya proyek iki buke,” ungkapnya.
Perbedaan informasi dari pekerja lapangan, Kepala Desa, serta orang-orang yang berada di sekitar pelaksanaan proyek inilah yang kini menjadi perhatian Tim Mediakpk.com.
Selain menelusuri siapa yang mengendalikan pekerjaan, tim juga menemukan dugaan bahwa hasil pekerjaan proyek irigasi tersebut tidak sesuai spesifikasi, sehingga akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.
Mediakpk.com berkomitmen menerapkan asas keberimbangan. Oleh karena itu, tim masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Satker Operasi SDA Pemali Juana, pengurus P3A Sedyo Rukun, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.








