Home / Berita utama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Sengketa Lahan Wakaf Pandegiling Belum Temui Titik Terang, Kedua Pihak Sepakat Tempuh Jalur Hukum

SURABAYA – Aksi unjuk rasa terkait klaim kepemilikan lahan di kawasan Pandegiling, Surabaya, berlangsung dengan melibatkan Yayasan Masjid Rahmad Kembang Kuning dibantu sejumlah warga Kupang Segunting, Jumat (7/8).

Dalam aksi tersebut, Gus Haris selaku penanggung jawab aksi menyampaikan bahwa lahan yang dipersoalkan merupakan tanah wakaf yayasan. Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari kuasa hukum pihak yang menguasai lahan, Hendra Sihombing.

Di lokasi, Hendra mempertanyakan dasar hukum atas klaim tanah wakaf yang disampaikan pihak yayasan. Menurutnya, saat diminta menunjukkan dokumen kepemilikan seperti sertifikat atau legalitas lain yang mendukung klaim tersebut, pihak yayasan belum dapat memperlihatkannya di hadapan peserta aksi.

“Jika memang diklaim sebagai tanah wakaf, tentu harus ada dokumen hukum yang dapat menunjukkan status dan legalitas tanah tersebut,” ujar Hendra.

Selain mempertanyakan legalitas, Hendra juga menyampaikan dugaan bahwa aksi yang melibatkan warga Kupang Segunting tersebut mendapat dukungan pendanaan dari seseorang bernama Soegiarto yang disebut sebut kuasa hukum Diana Maharanie mengingat dalam aksi tersebut ada warga Kupang Segunting mengikuti aksi tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, Soegiarto saat dihubungi pada Jumat (7/8) membantah telah mendanai aksi tersebut. Ia menegaskan tuduhan yang disampaikan Hendra tidak benar.

“Soal tuduhan bahwa saya mendanai aksi itu tidak benar,” kata Soegiarto.

Menurut Soegiarto, kehadiran warga Kupang Segunting dalam aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang merasa resah terhadap dugaan klaim atas sejumlah lahan di kawasan Pandegiling.

“Warga Kupang Segunting merasa resah dengan Hendra Sihombing yang diduga selalu mengklaim tanah di wilayah Pandegiling,” ujarnya.

Hendra, berharap persoalan sengketa lahan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum dengan mengedepankan pembuktian yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Ia juga menegaskan pihaknya siap mengikuti setiap proses hukum untuk membuktikan hak atas lahan yang dipersoalkan. Ia berharap seluruh pihak mengedepankan bukti kepemilikan yang sah dan menghormati mekanisme hukum yang berlaku, sehingga sengketa dapat diselesaikan secara objektif, tanpa tekanan maupun pengaruh dari pihak mana pun.

Hingga berita ini diterbitkan, Usai menyampaikan pendapat masing-masing, situasi di lokasi aksi tetap berlangsung kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian. Meski kedua belah pihak masih bertahan pada klaim dan argumentasinya, aksi berakhir tanpa insiden berarti. Sengketa kepemilikan lahan tersebut selanjutnya diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku demi memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak. Masing-masing pihak masih mempertahankan klaimnya, sehingga penyelesaian melalui mekanisme hukum diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

( m rosid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Prajurit Kodim 1002/HST dan Satuan Jajaran Ikuti Uji Kenaikan Sabuk PSM

Berita utama

Berbagi Coklat Polres Gresik Gelar Kampanye Simpatik Keselamatan di Jalan

Berita utama

Operasi Ketupat Semeru 2024 Polres Probolinggo Gelar Patroli di Kawasan Bromo

Berita utama

Satgas TMMD Ke-129 Bangun Septic Tank RTLH untuk Warga Tempapan Hulu

Berita utama

Tim Wasev TMMD Reguler ke-129 Kunjungi Lokasi TMMD Kodim 1208/Sambas di Desa Tempapan Hulu

Berita utama

Polres Blitar Kota Berhasil Ungkap Kasus Narkoba, Ribuan Butir Okerbaya dan Tersangka Diamankan

Berita utama

Polri Perkuat Model Pelayanan Unjuk Rasa Berbasis Standar HAM Internasional, Wakapolri: “Kita Sesuaikan dengan Best Practice Negara Maju”

Berita utama

Cegah Laka Lantas, Kapolres Jember Lakukan Mitigasi Jalur Selatan