Home / Berita utama / Daerah / TNI POLRI

Minggu, 5 April 2026 - 04:10 WIB

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Hingga 42,86 %.

TANJUNG PERAK – Polres Pelabuhan Tanjung Perak mencatatkan tren positif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (Anev), angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan periode operasi yang sama pada tahun sebelumnya.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, tercatat hanya terjadi 4 kasus kecelakaan lalu lintas. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 7 kasus.

“Tahun ini kami mencatat penurunan kuantitas kecelakaan sebesar 42,86 % dan yang paling krusial adalah penurunan fatalitas korban. Pada Operasi Ketupat 2026, jumlah korban meninggal dunia nihil, sementara pada 2025 lalu terdapat 3 korban meninggal dunia,” ujar Iptu Suroto, Jumat (3/4).

Selain itu, jumlah korban luka ringan juga mengalami penurunan dari 12 orang pada tahun 2025 menjadi 6 orang pada tahun ini.

Iptu Suroto menambahkan bahwa selama masa operasi, situasi arus lalu lintas di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpantau lancar tanpa adanya kepadatan yang berarti. Hal ini didukung oleh upaya preemtif dan preventif yang dilakukan oleh personel di lapangan.

Terkait penegakan hukum lalu lintas, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas namun humanis. Tercatat sebanyak 12 pelanggar terjaring tilang elektronik (ETLE), sementara 148 pengendara lainnya diberikan teguran simpatik guna meningkatkan kesadaran berkendara.

Volume penumpang dan kendaraan yang melintasi Pelabuhan Tanjung Perak terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data penumpang yang masuk Jawa Timur melalui dermaga Pelabuhan Tanjung Perak untuk kendaraan roda 2 sebanyak 2.091 unit, kendaraan roda empat sejumlah 3.187 unit, untuk bus/truk 2.798 unit
dan total penumpang 82.406 orang.

Sementara itu untuk arus penumpang yang meninggalkan Jawa Timur total sebanyak 17.378 orang, dengan kendaraan roda dua sebanyak 1.015 unit, kendaraan roda 4 sejumlah 985 unit dan bus/truk 1.481 unit.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan para pemudik yang telah tertib berlalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Keberhasilan menurunkan angka kecelakaan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak dalam mewujudkan mudik yang aman dan berkesan,” pungkas Iptu Suroto. (*)

Share :

Baca Juga

Berita utama

Bantu Percepatan Pembangunan, Satgas Yonif 611/Awang Long Hadiri Musyawarah Pembangunan Desa Nayaro

Berita utama

Peduli Disabilitas, Polres Bondowoso Peringati Harlantas Bhayangkara ke – 69 di SDLB

Berita utama

Jalin Kemanunggalan TNI Rakyat Babinsa Suah Api Komsos Bersma Perangkat Desa

Berita utama

TMMD ke-124 Kodim 1002/HST Hadirkan Kegembiraan di Pengambau Hilir Luar

Berita utama

Polda Jatim Ungkap Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Lumajang

Berita utama

Polres Jember Ungkap Dugaan Penimbunan Pertalite, Tersangka Gunakan Mobil Modifikasi

Berita utama

Bertahap Bantuan Pangan di Jateng Mulai Disalurkan

Berita utama

Bank Sampah Induk Miliki Peluang Kerja Sama dengan Swasta