Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI / Uncategorized

Minggu, 30 November 2025 - 11:31 WIB

Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Harus Serius!

Mediakpk.com/Foto/Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Harus Serius!

Mediakpk.com/Foto/Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Harus Serius!

Surabaya,- Situasi tegang terjadi di kawasan Jalan Bratang Wetan Kali Sumo No.50 Surabaya ketika seorang pria yang mengaku anggota kepolisian berpangkat perwira pertama, bernama Khalifah Nasif, diduga melakukan tindakan arogan di luar prosedur kepolisian.

Insiden ini mendapat kecaman keras dari Ketua Umum Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Diana Samar, yang menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik institusi Polri dan merusak hubungan harmonis antara aparat dengan organisasi masyarakat.

Dalam keterangannya, Diana Samar menjelaskan bahwa pihaknya berada di lokasi sebagai kuasa pendamping berdasarkan surat kuasa resmi dari klien yang ingin meminta klarifikasi kepada pegawai yang disinyalir menyalah gunakan wewenang.

“Karena yang bersangkutan kerap menghindar dari tanggung jawab, maka kami berinisiatif menunggunya di depan tempat kos dengan cara yang prosedural, berkoordinasi dengan pemilik kos, Ketua RT dan RW setempat, serta Polsek Wonokromo,” ujar Diana Samar,Sabtu (29/11/2025).

Diana mengungkapkan, di tengah proses tersebut, muncul oknum yang mengaku polisi dan bersikap tidak profesional. Diana menyebut, oknum bernama KN itu diduga dalam keadaan mabuk dan terpengaruh alkohol, hingga bertindak arogan.

“Kami menduga yang bersangkutan tidak dalam kondisi sadar penuh saat itu. Sikapnya jelas merusak citra kepolisian dan mencederai rasa hormat publik terhadap aparat penegak hukum,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjutnya, Fakta mengejutkan muncul ketika hasil klarifikasi dari SPKT Polrestabes Surabaya menunjukkan bahwa oknum tersebut tidak lagi berdinas di Polrestabes Surabaya, melainkan sudah bertugas di wilayah Polres Tanjung Perak.

“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas dan pengawasan internal di tubuh kepolisian,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, oknum Polisi tersebut justru menantang wartawan dengan nada tinggi dan menyatakan tidak takut diberitakan. Pernyataan ini semakin menegaskan sikap arogan yang bertolak belakang dengan nilai-nilai profesionalisme Polri.

“Profesionalisme polisi patut dipertanyakan. Reformasi di tubuh Polri harus segera dilakukan secara menyeluruh dan holistik. Surabaya tidak butuh polisi arogan yang merasa dirinya paling tinggi di atas hukum,” tegas Diana Samar menutup pernyataannya.

ASB berharap Kapolda Jawa Timur segera mengambil langkah tegas terhadap oknum tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami percaya masih banyak polisi baik dan berintegritas. Tapi satu tindakan seperti ini bisa merusak kepercayaan publik yang sudah susah payah dibangun,” pungkasnya. Rosid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Tarik Animo Warga Datang ke TPS, Polresta Sidoarjo Siapkan Makan Gratis

Berita utama

Pastikan Keamanan, Polsek Banama Tingang Tinjau Pos Security PT. CTAA

Berita utama

Pimpinan Umum Mediakpk.com mengucapkan, Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2024

Berita utama

Tim Jogoboyo 97 Sat Samapta Polrestabes Surabaya Bubarkan Konvoi Gengster Amankan 13 Orang

Berita utama

Polresta Sidoarjo Sisir Tempat Hiburan dan Penginapan Cegah Kejahatan Perempuan dan Anak

Berita utama

Harkamtibmas : Patroli Pesisir Polres Situbondo Berbagi Nasi Bungkus untuk Nelayan

Berita utama

Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Pencurian Sandaran Kursi Besi Milik Fasilitas Umum

Berita utama

Wakapolri Tinjau Penanganan Dampak Bencana di Aceh Tamiang, Ratusan Kendaraan dan Personel Disiapkan