Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / KPK / Nasional / News / Peristiwa / TNI POLRI / Uncategorized

Selasa, 30 September 2025 - 14:55 WIB

Kasus Penyakit Sifilis Meningkat, Warga Kapas Lor Wetan Diminta Waspada

Kasus Penyakit Sifilis Meningkat, Warga Kapas Lor Wetan Diminta Waspada

Kasus Penyakit Sifilis Meningkat, Warga Kapas Lor Wetan Diminta Waspada

 

Surabaya – Kasus penyakit menular seksual (PMS) di Surabaya, khususnya sifilis atau raja singa, menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kasus juga ditemukan pada anak-anak dan perempuan usia produktif.

Salah satu warga Kapas Lor Wetan, Surabaya, berinisial HRS (27) diduga menjadi salah satu pengidap sifilis. Perempuan itu datang sendiri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Surabaya untuk menjalani pemeriksaan.

“Pada pertemuan pertama biasa saja. Setelah dijelaskan penyakitnya, baru ia terlihat takut. Karena waktu datang, ia belum tahu penyakitnya apa,” ungkap seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUD Surabaya.

HRS mengaku pernah berhubungan badan dengan beberapa mantan pacarnya. Setelah menjalani tes laboratorium, hasilnya menunjukkan ia positif mengidap sifilis.

Faktor Risiko dan Dampak

Peningkatan kasus PMS, termasuk sifilis, umumnya dipicu oleh perilaku seksual berisiko seperti hubungan tanpa kondom, seks anal maupun oral, serta berganti-ganti pasangan.

Dampaknya bisa fatal, terutama bila menular pada anak. Infeksi sifilis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk masalah kesuburan, kerusakan organ, hingga risiko keguguran berulang pada ibu hamil.

Amankah Menikah dengan Pengidap Sifilis?

Dokter mengingatkan agar pasien sifilis bersikap terbuka kepada pasangan.
“Jangan menutupi kondisi kesehatan, karena bisa berakibat fatal, terutama saat pernikahan dan kehamilan,” tegasnya.

Dilansir dari Alodokter, risiko sifilis dalam pernikahan meliputi:

Penularan: dapat menyebar melalui hubungan seksual tanpa kondom.

Gangguan kesuburan: infeksi dapat merusak organ reproduksi.

Risiko kehamilan: ibu hamil berisiko tinggi keguguran atau menularkan sifilis ke bayi.

Komplikasi jangka panjang: seperti neurosifilis, yang dapat merusak saraf dan organ tubuh lain.

Langkah Pencegahan

Beberapa langkah yang disarankan tenaga medis antara lain:

Melakukan tes pra-nikah untuk mendeteksi PMS.

Menjalani pengobatan antibiotik bila terdiagnosis sifilis.

Menghindari hubungan seksual selama masa pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Menjalin komunikasi terbuka dengan pasangan.

Menjalani hubungan monogami setia untuk meminimalisir risiko penularan.

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran mengenai bahaya PMS, menghindari seks bebas, dan tidak berganti-ganti pasangan. Keterbukaan terhadap pasangan dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyebaran penyakit menular seksual.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Polres Tanjung Perak Ungkap 13 Kasus Narkoba, 16 Tersangka Diamankan

Berita utama

Polisi Berhasil Ungkap Jaringan Curanmor di Jember Empat Pelaku dan Penadah Diamankan 15 unit Motor Disita

Berita utama

Minim Rambu Pelaksanaan Proyek Pelebaran Ruas Jalan Pancur  Lasem Ancam Keselamatan

Berita utama

Ramadan penuh Berkah Polsek Asemrowo Bagikan Takjil ke Warga di Surabaya

Berita utama

Tiang Kayu RTLH Milik Ibu Kiki Mayanti Berdiri Kokoh, Progres TMMD Ke-129 Terus Maju

Berita utama

Dapur Berkah Ramadan Polsek Pakal: 600 Porsi Buka Puasa untuk Warga di Surabaya

Berita utama

Wapres Pimpin Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Polri, Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Berita utama

Ratusan Jamaah Padati Rest Area, Personel Kodim 1009/Tanah Laut Berikan Pelayanan Terbaik