Home / Berita utama / Daerah / Home / Hukrim / KPK / Nasional / News / Peristiwa / Uncategorized

Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Penyerapan Gula Petani Lewat PT SGN, Jaga Harga Rp14.500/kg

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Penyerapan Gula Petani Lewat PT SGN, Jaga Harga Rp14.500/kg

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Penyerapan Gula Petani Lewat PT SGN, Jaga Harga Rp14.500/kg

 

Keterangan Gambar:
Rapat penyerapan gula petani yang melibatkan pemerintah, pedagang, dan petani berlangsung di Representative Office PT Sinergi Gula Nusantara, Surabaya, (22/8/2025). Foto: Humas SGN

Surabaya, 22 Agustus 2025 — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menjadi tuan rumah rapat pembahasan program penyerapan gula petani.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penyerapan Gula Petani di Badan Pangan Nasional pada 20 Agustus 2025. Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan adalah penerapan harga minimal Rp14.500/kg untuk menjaga keberlanjutan usaha petani tebu nasional.

Diskusi dipimpin oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa, dengan menghadirkan lintas kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan, antara lain Asdep Sistem Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Direktur Ketersediaan Pangan, Direktur Utama PT SGN, Ketua APTRI, Tenaga Ahli Utama KSP, Satgasda Polda Jawa Timur, pedagang gula, serta perwakilan petani.

“Petani dan pedagang tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus saling mendengar dan saling melengkapi. Pemerintah hadir, pedagang berkontribusi, dan petani berjuang. Ini menjadi kolaborasi penting agar problem penyerapan gula dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Ketut.

Keterangan Gambar:
Bapak I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan sampaikan pengantar sebelum membuka diskusi yang berlangsung di Representative Office PT Sinergi Gula Nusantara, Surabaya, (22/8/2025).

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa momentum ini menjadi bukti nyata perhatian serius pemerintah dan industri terhadap keberlangsungan tebu rakyat.

“Hari ini menjadi berkah bagi industri gula. Pemerintah memberikan dukungan nyata, petani berkomitmen meningkatkan produktivitas, pabrik gula melakukan perbaikan mutu, dan pedagang mengatur tata niaga. Dengan sinergi ini, kami optimistis industri gula ke depan bisa lebih baik,” tuturnya.

Rapat menyepakati beberapa poin penting, di antaranya penyerapan gula petani segera dilakukan melalui dana Danantara, sementara sisa produksi yang belum terserap akan ditangani pedagang gula. Seluruh pihak juga berkomitmen mencegah bocornya gula rafinasi ke pasar eceran.

Penjualan tebu petani diwajibkan melalui mekanisme lelang di pabrik gula dengan harga minimal Rp14.500 per kilogram.

Adapun aspek teknis pelaksanaan program penyerapan diserahkan kepada PT SGN, ID Food, dan APTRI untuk memastikan proses berjalan efektif.

Kesepakatan ini mempertegas bahwa pabrik gula, petani, dan pedagang harus berjalan dalam satu visi menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan keberlanjutan industri gula nasional sepanjang musim giling 2025.

Bib

Share :

Baca Juga

Berita utama

Operasi Pekat II Semeru 2025 Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Ungkap 100 Persen Target Operasi

Berita utama

Perkuat Ketahanan Pangan Polres Blitar Kota bersama Forkopimda Panen Raya Jagung Kuartal III

Berita utama

Polri Bangun 617 SPPG dan Salurkan 72 Ribu Ton Beras ke Masyarakat

Berita utama

Wujud Empati Terhadap Sesama, Danramil 07/Teluk Keramat Laksanakan Takziah Ke Rumah Duka Camat Teluk Keramat

Berita utama

Satuan Brimob Polda Jatim Gelar Lantihan SAR Perkuat Kemampuan Pertolongan di Perairan

Berita utama

Pembangunan Drainase Siluman Desa Kertamulya Yang Bersumber Dari Dana Desa Tahap III Pendamping Desa Dengan Dalih Tidak Tau

Berita utama

Polres Bojonegoro Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Pejok

Berita utama

Polres Pacitan dan Pewarta Bersinergi Siap Wujudkan Pilkada 2024 Damai