Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / TNI POLRI / Uncategorized

Jumat, 6 Juni 2025 - 16:37 WIB

Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

 

Sambas – Akrab dengan warga Anggota Koramil 1208-04/Jawai, Babinsa Suah Api, Serda Santoso melaksanakan Komsos dirumah warga binaan Bpk. Sumadi yang sedang membuat ketupat lebaran yang bertempat di Dusun Teluk Nangka, Desa Suah Api, Kec. Jawai Selatan, Kab. Sambas, Kamis Sore (05/06).

Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi yang biasa dirayakan setelah Solat Id Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah, tradisi ini biasa dirayakan sebagian umat Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Babinsa Suah Api Kiramil 04/Jawai Serda Santoso bersama warga membuat ketupat.

Dalam kesibukan menjalankan tugas pokoknya, Serda Santoso menyempatkan waktu untuk membantu warga binaannya yang sedang membuat ketupat di hari yang raya Idul Adha ini. Hal ini di laksanakannya untuk mendekatkan diri dengan warga binaannya, serta untuk memberikan semangat dan motivasi masyarakat di wilayah binaannya.

“Dengan hal-hal seperti inilah cara kami untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan warga,” Ucap Serda Santoso dan perlu diketahui bahwa masyarakat Desa binaan, tradisi Lebaran Ketupat melambangkan simbol kebersamaan yang diartikan sebagai tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah perayaan Sholat Idul Adha.

Seperti diketahui pada umumnya, ketupat merupakan makanan khas untuk lebaran yang hampir ada di manapun, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Sayyid Makhdum Ibrahim, yang dikenal sebagai Sunan Bonang.”Ketupat itu nama simbolik yang mengandung makna lain dari sekadar wadah anyaman dari janur (daun kelapa) yang disebut Ketupat (Kupat, Katopak) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai laku sing papat atau amalan yang empat, dan silaturahim,” jelas Babinsa.

Tentang makna ketupat sendiri, yakni bahwa kata ‘ketupat’ atau ‘kupat’ berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang artinya “mengakui kesalahan”. Ketupat diharapkan menjadi simbol bagi sesama Muslim untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut, jelas Babinsa.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polisi Amankan Sopir GrabCar Yang Sedang Main Judi Slot.

Berita utama

Peduli Pendidikan, Personel Satgas Yonif 611/Awl Apresiasi Pelepasan Siswa TK Nayaro

Berita utama

Polrestro Jakpus Lakukan Operasi Skala Besar, Tangkap 26 Tersangka Narkoba dan menyita 2 Kg Sabu di Kalipasir

Berita utama

Polres Ponorogo Terjunkan 430 Personel Amankan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2025

Berita utama

Polsek & Koramil Kragan Himbau Karyawan Indomaret Agar Waspada 3C Jelang Malam Pergantian Tahun

Berita utama

Pendeta Hingga Jemaat Gereja Apresiasi Pengamanan Natal Oleh Polri

Berita utama

Kunjungan Ketua Presidum FPII ke Lapas Narkotika Bandung, Simbol Tejalinnya Hubungan Baik

Berita utama

Danrem 121/Abw Kunjungi RTLH, Pak Mintoni Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan TMMD Kodim 1208/Sambas