Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News

Minggu, 13 April 2025 - 14:19 WIB

MoU BKKBN Jatim Bersama GP Ansor dan Gerakan Ayo Mondok Fokus Edukasi Pemuda Cegah Stunting

MoU BKKBN Jatim Bersama GP Ansor dan Gerakan Ayo Mondok Fokus Edukasi Pemuda Cegah Stunting

MoU BKKBN Jatim Bersama GP Ansor dan Gerakan Ayo Mondok Fokus Edukasi Pemuda Cegah Stunting

 

Surabaya – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/ BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Timur (GP Ansor Jatim) dan Gerakan Ayo Mondok (GAM) berkolaborasi mencegah stunting.

Upaya itu dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BKKBN Jatim Bersama GP Ansor Jatim dan Gerakan Ayo Mondok di acara Syawal Fest PW GP Ansor Jawa Timur, Minggu (13/4) di Jatim Expo Surabaya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., bersyukur bisa bekerja sama dengan GP Ansor Jawa Timur.

“Alhamdulillah kita kerjasama, penandatangan MoU dengan GP Ansor, dan satu lagi dengan Gerakan Ayo Mondok,” ucapnya.

Pihaknya sepakat dan bekerjasama untuk mengedukasi pemuda agar paham pernikahan dini dan dampaknya terhadap stunting.

Maria menyebut, bahwa BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Harus kolaboratif. Sehingga harapannya kolaborasi antara kedua belah pihak untuk mencegah stunting dengan satu langkah mengedukasi pernikahan dini di Jatim.

Di kerjasama tersebut, road map pertama adalah BKKBN memberikan sosialisasi ke pondok-pondok. Kemudian membentuk Pojok Bangga di pondok pesantren.

“Di Pondok Bangga itu, nanti BKKBN bisa memberikan informasi bagaimana membangun keluarga yang baik. Khususnya yang mau menikah,” tegasnya.

Ketua GP Ansor Jatim H Musaffa Safril menyatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan BKKBN terkait langkah pencegahan stunting. Koordinasi ini menghasilkan kerjasama berlanjut dengan melibatkan sahabat Ansor di tingkat ranting.

“Kerjasama berkaitan dengan pencegahan pernikahan dini. Karena langkah selanjutnya berkaitan dengan pencegahan stunting,” ungkapnya.

Menurut Musaffa, dari peta yang ada, stunting saat ini paling banyak di daerah Tapal Kuda dan Madura.

“Kita akan fokus disana. Melibatkan Ansor setempat untuk sosialisasi pencegahan. Kemudian edukasi ke masyarakat di kantong-kantong stunting. Termasuk di pondok pesantren,” jelasnya.

KH. Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) ketua Harian Gerakan Ayo Mondok (GAM) menyatakan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan penyelesaian terhadap berbagai polemik yang berkaitan dengan kependudukan dan keluarga.

“Bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, dan bagaimana menekan angka stunting, hingga polemik pernikahan dini,” ujar Gus Hans. @red.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Pertemuan Kapolri dengan Megawati Dinilai Memancarkan Energi Positif untuk Bangsa

Berita utama

Wamendagri Bima Arya Buka Festival Benteng Victoria Tahun 2025 di Kota Ambon

Berita utama

Polres Sumenep Dukung Peningkatan Ekonomi Petani Melalui Kegiatan Menanam Tembakau Bersama Masyarakat

Berita utama

Trabas Kamtibmas Kapolres Sragen Bersama Offroader Bhayangkara Trail Adventure : dalam rangka Cooling system Pemilu Damai 2024

Berita utama

Dandim 1009/Tanah Laut Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut

Berita utama

Harga Cabai di Temanggung Berangsur Turun

Berita utama

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Berita utama

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Gudang Bulog Pastikan Stok Beras dan Jagung Aman