Home / Berita utama / Daerah / Hukrim / News / Uncategorized

Rabu, 19 Februari 2025 - 10:55 WIB

Dede Farhan Aulawi menghadiri undangan peringatan 1 abad (100 tahun) Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sumedang

Dede Farhan Aulawi menghadiri undangan peringatan 1 abad (100 tahun) Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sumedang

Dede Farhan Aulawi menghadiri undangan peringatan 1 abad (100 tahun) Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sumedang

 

Mediakpk.com -Sumedang – Kehadiran Dede Farhan Aulawi pada Selasa 18 Februari 2025 di pondok pesantren tersebut langsung disambut ratusan santri, dan akhirnya diterima oleh sesepuh pondok KH. Sopandi, pimpinan pondok KH. Muslim Mubarok, SAg, MAg yang juga Rois Syuriah MWC NU , para ustadz, dan yang lainnya.

Lokasi pondok pesantren ini berada di sekitar kaki gunung Manglayang, tepatnya di kampung Nyalindung, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang.

Awal pendiriannya dirintis oleh KH. Abdul Majid bin Salhari pada tahun 1925 sebagai tajug tempat orang-orang sektar mengaji. Untuk mempertahankan pengajaran tradisional, pesantren ini mengklasifikasikan kurikulum kegiatan pengajaran kitab sesuai dengan tingkatan santri.

Pertama, tingkat Isti’dad (nadhoman fikih, Tuhfatul Athfal (tajwid), baca tulis Al-Qur’an, dan nadhoman tauhid).

Kedua, tingkat ‘Ula A (Safinah, Tijan Darori, Ahlaq lil Banin, Jurumiyah dan Al-Ada wal Qiroat).


Ketiga, tingkat ‘Ula B (Fathul Qarib, Sanusiyah, Akhlaq lil Banin, Kailani dan Al-Ada wa al-Qiraat). Keempat, tingkat Wustho A (Al-Bajuri, Kifayat al ‘Awam, Tafsir Al-Jalalain, Imrithi, Al-Ada wal-Qiraat dan Arbain Nawawiyah).

Kelima, tingkat Wustho B (Fathul Mu’in, Ummul Barahim, Tafsir Al-Jalalain, Mutammimah, Al-Ada wal Qiraat, Bulughul Marom).

Keenam, tingkat Ulya A (‘Ianah Tuttholibin, Sirajut Thalibin, Alfiyah Ibnu Malik dan Riyadussholihin). Ketujuh, tingkat Ulya B (Fathul Wahab, Sirajut Thalibin, Alfiyah ibnu Malik, Jauhar Maknun dan Bukhari-Muslim).

Sebagai wadah untuk mengembangkan sumber daya manusia didalamnya, pondok pesantren Al-Majidiyah menyediakan pilihan ekstrakulikuler yang bisa digeluti para santri, seperti tahsin dan tahfidz Qur’an, takhasus kitab salaf, seni baca Al-Qur’an, khitobah tiga bahasa, praktik ubudiyah, tata boga, menjahit, hadroh, hingga beladiri.

Sementara itu, untuk meningkatkan kenyamanan, keberadaan Al-Majidiyah telah dilengkapi oleh fasilitas guna menunjang kegiatan santri sehari-hari, seperti laboratorium komputer, Unit Kesehatan Santri (UKS), kantin, koperasi dan perpustakaan yang dimanfaatkan untuk meningkatkan budaya baca dan menulis.

Sejak 2008 Al-Majidiyah menjadi pusat pendidikan agama yang diasuh oleh KH Muslim Mubarok bin KH Sopandi. Para santri datang dari berbagai daerah, siap ditempa untuk menjadi santri yang berbudi pekerti luhur, berakhlakul karimah, yang kelak dapat mengamalkan ilmunya, agar berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Gerakan Indonesia ASRI : Polres Magetan Gelar Korve di Jalur Pendakian Gunung Lawu

Berita utama

Momentum HUT RI Ke-80 Babinsa Jajaran Kodim 1009/Tla Ikuti Kegiatan Lomba Dan Berbaur Bersama Masyarakat

Berita utama

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Sirtu Ilegal di Purwosari

Berita utama

Pondasi Mulai Dipasang, Besi WF Tiba di Lokasi, Pembangunan Dua Jembatan Beton Kodim 1009/Tanah Laut Masuki Babak Baru

Berita utama

Hadiri Milad PUI, Kapolri Tegaskan Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah

Berita utama

Giat Bansos dan Bakti Kesehatan, Kapolda Jateng sentuh Pekerja TPSA Plumbon

Berita utama

Polres Pasuruan Komitmen Gelar Gerakan Pangan Murah, Siapkan 2 Ton Beras untuk Warga Sukorejo dan Tosari

Berita utama

Sate Khas Blora Disuguhkan di Mangkunegaran Makan-Makan