Home / Berita utama / Hukrim / News / TNI POLRI

Kamis, 10 Oktober 2024 - 12:24 WIB

Polisi Amankan Tersangka Pelecehan Dua Siswi SMP di Surabaya

Polisi Amankan Tersangka Pelecehan Dua Siswi SMP di Surabaya

Polisi Amankan Tersangka Pelecehan Dua Siswi SMP di Surabaya

 

SURABAYA – Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial RBR (19), warga Tenggilis, Surabaya, yang diduga mencabuli dua siswi SMP di kawasan Rungkut.

Aksi bejat tersangka ini dilakukan saat kedua korban pulang sekolah, hanya berselang beberapa menit di dua lokasi berbeda.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistyawan melalui Kasat Reskrim AKBP Aris Purwanto menjelaskan dari kejadian itu pertama menimpa korban KYP (15).

Saat itu korban tengah berjalan kaki pulang sekolah di Jalan Rungkut Asri Barat Surabaya, sekitar pukul 14.40 WIB.

“Pelaku dengan mengunakan sepeda motor mendekatinya, dengan berpura-pura bertanya arah menuju SMP 23,” tutur AKBP Aris, Kamis (10/10).

Ia mengungkapkan, ketika korban menjawab tidak tahu, pelaku secara tiba-tiba meremas payudara korban sebelah kiri KYP kemudian melarikan diri dengan tancap gas motornya.

“Tak berselang lama, sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku kembali melancarkan aksinya terhadap QAD (14), yang tengah pulang bersama temannya di Jalan Rungkut Kidul,”tambah AKBP Aris.

Setibanya di rumah, ungkap AKBP Aris kedua korban menceritakan kejadian ini kepada orang tuanya, kemudian melapor ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Berdasarkan dua laporan tersebut, Polisi segera bergerak dan berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Pelaku tertangkap kamera melintas menggunakan sepeda motor Scoopy putih dan helm bertuliskan Shopee Food,” tandas AKBP Aris.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya menyebut, dalam pemeriksaan RBR mengaku melakukan aksi tersebut karena tidak mendapatkan ‘jatah’ dari istrinya selama kurang lebih tiga bulan.

Hal itu yang membuatnya tidak mampu menahan nafsu saat melihat para korban.

Alasan pelaku ini tentu saja memicu kemarahan publik.

RBR kini dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, yang membawa ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda hingga Rp5 miliar.

Sementara itu Kasihumas Polrestabes AKP Haryoko Widhi menambahkan, Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap keamanan anak-anak, terutama saat pulang sekolah.

Selain itu ia juga mengimbau agar segera melapor jika ada tindakan mencurigakan yang membahayakan di lingkungan sekitar.

“Segera laporkan ke Polisi jika mendapatkan hal yang mengarah tindak kejahatan,” pungkasnya. Rasyid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Personel Kodim 1002/HST Bantu Perbaikan Jembatan dan Tiang Listrik Tumbang Akibat Banjir Batang Alai

Berita utama

Tinjau Pelabuhan Ketapang, Kompolnas RI Apresiasi Pelaksanaan Ops Lilin Semeru Polresta Banyuwangi

Berita utama

Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 1208/Sambas Hadirkan Sembako Murah Berupa Beras untuk Ringankan Beban Masyarakat

Berita utama

Polres Probolinggo Raih Peringkat II Kinerja IKPA Terbaik Semester II 2025 Dari KPPN Bondowoso

Berita utama

Wujudkan Lingkungan TNI Bersih Narkoba, Kodim 0808/Blitar Laksanakan P4GN

Berita utama

Bakti Kesehatan Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Gratis Menjangkau Warga Papua di Daerah Terisolir

Berita utama

Pimpin Apel Pagi Kapolda Jatim Tekankan Netralitas Polri dalam Pilkada

Berita utama

Tekan Angka Curanmor, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Razia Kendaraan di Jembatan Suramadu