Sampang, Mediakpk.com – Ketua Paguyuban klebun pantura sampang bersatu melalui sekjen PKPSB ( Khotibul umam ) menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan momen istimewa yang mengingatkan pada pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Khotibul umam menyampaikan, Hari Raya Idul Adha merupakan teladan tentang ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan yang tinggi dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi Hari Raya Idul Adha 1445H, di kediaman H.Marsuki ( wakil ketua PKPSB ) yang diikuti oleh seluruh anggota, pada Kamis (20/6/2024).
“Semua yang telah terjadi pada apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS adalah bagian dari sejarah, terutama sejarah kenabian yang kemudian peristiwanya itu dipanggungkan kembali dijadikan suri tauladan untuk kita semua untuk terus kompak bersatu padu” ujar khotibul umam.
Ditempat yang sama, H. Marsuki wakil ketua PKPSB yang juga merupakan tuan rumah, menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada segenap pengurus dan anggota PKPSB yang telah sudi hadir di kediamannya.
Lanjut dalam sambutannya, H.marsuki menyampaikan terdapat dua hikmah yang bisa dipetik dari Idul Adha. Pertama, Idul Adha dan berkurban bagi setiap umat Islam merupakan wujud bertaqarrub kepada Allah, yang mengandung makna ruhaniah tentang ajaran kepasrahan diri, dan menjadikan setiap kaum beriman meneguhkan jiwa ketauhidan untuk selalu taat kepada Allah SWT.
“Sekaligus merawat setiap perilaku agar tetap lurus di jalan benar dan tidak terjerembab ke jurang kebathilan,” ujarnya.
Hikmah yang kedua sebagai bentuk ketundukan. H.marsuki menjelaskan, setiap muslim harus mampu menundukkan egoisme diri yang merasa dirinya benar sendiri, diri yang serba hebat disertai sikap yang kuat, menzalimi. Ketercapaian hal ini, menurut marsuki harus dilandasi oleh jiwa tauhid dalam semangat Idul Adha dan kurban.
“Termasuk ego yang bernafsu menumpuk kekayaan untuk kepentingan diri atau segelintir orang, yang menyebabkan terjadinya simpangan dan kemiskinan sesama. Itu semua merupakan perilaku yang harus dihindari,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, H.Moch Wijdan, ketua PKPSB Melalui sekjen PKPSB Khotibul umam, menyerukan serta mengajak seluruh keluarga besar Paguyuban klebun pantura untuk terus bersatu padu kompak, Dia juga menerangkan bersatu padu bukan sekedar bertemu dan berkumpul, tetapi juga tentang bagaimana saling mendukung, membantu, dan menguatkan dalam kebaikan.
“Dengan silaturahmi, kita dapat memperkuat persaudaraan, menumbuhkan rasa kepedulian sosial, dan membangun lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung dalam bekerja,”
Ketua paguyuban melalui sekjen berpesan kepada seluruh keluarga besar PKPSB untuk terus mempererat tali persaudaraan, mampu membangun kebersamaan yang lebih kuat, selalu menyamakan persepsi demi cita cita mulia pantura kedepan, mampu bersatu padu mewujudkan sampang yang lebih maju.








